Polri dan Pemkab Samosir Dorong Penanaman Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan Nasional
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri dan Pemkab Samosir Dorong Penanaman Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Polri bersama Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menggerakkan penanaman bibit bawang putih secara serentak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, dengan melibatkan pemerintah daerah, jajaran kepolisian, dinas pertanian, serta kelompok tani.
Penanaman bawang putih tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman serentak yang dilaksanakan di 17 provinsi. Program ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Di Sumatera Utara, sejumlah wilayah turut ambil bagian dalam kegiatan serupa, antara lain Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Humbang Hasundutan, Toba, Mandailing Natal, dan Samosir.
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Afriadi menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah di bidang ketahanan pangan. Ia mengatakan, penanaman dilakukan untuk mengoptimalkan potensi lahan sekaligus mendorong peningkatan produksi bawang putih di daerah.
Di wilayah Sumatera Utara, total lahan yang digunakan dalam program penanaman tersebut mencapai sekitar 10,5 hektare. Selanjutnya, panen bersama direncanakan berlangsung pada November mendatang. Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan kelompok tani dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Polri dan pemerintah daerah berupaya memastikan potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal, sementara para petani memperoleh dukungan yang diperlukan selama proses budidaya berlangsung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, mengatakan daerahnya mendapatkan alokasi dalam program swasembada bawang putih nasional. Pemerintah Kabupaten Samosir juga memberikan dukungan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah berupa bantuan pupuk organik cair dan pupuk organik padat.
Selain bantuan sarana produksi, pemerintah daerah menurunkan tenaga dari Dinas Pertanian untuk melakukan pendampingan kepada petani. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga dilakukan guna memberikan dukungan keahlian dan pendampingan teknis. Bantuan yang diberikan mencakup bibit bawang putih, traktor, pupuk, hingga pendampingan dari tenaga ahli.
Dalam skema program tersebut, petani tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menanam dan merawat tanaman hingga menghasilkan bibit kembali. Dengan pola tersebut, program diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan produksi dan mendorong petani agar terus mengembangkan budidaya bawang putih di wilayahnya.
Pemerintah juga telah menyiapkan skema penyerapan hasil produksi. Bawang putih yang dihasilkan petani nantinya memiliki pasar karena akan dibeli oleh Kementerian Pertanian menggunakan anggaran APBN. Hasil tersebut kemudian dimanfaatkan kembali sebagai bibit untuk kegiatan penanaman selama dua tahun berikutnya.
Skema tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi petani sekaligus mendorong keberlanjutan program. Dengan adanya dukungan bibit, sarana pertanian, pendampingan, serta pasar bagi hasil produksi, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pertanian yang dilakukan.
Program penanaman bawang putih di Samosir juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional. Produksi dalam negeri yang meningkat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan bawang putih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dinas teknis, perguruan tinggi, dan kelompok tani, program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi sektor pertanian. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan petani dan mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan sangat bergantung pada konsistensi pendampingan, perawatan tanaman, serta kesinambungan penyerapan hasil produksi. Dengan dukungan berbagai pihak, Kabupaten Samosir diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan bawang putih nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar