Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Polda Riau Putus Mata Rantai PETI Kuansing, Penambang hingga Pemodal Ditindak

Polda Riau Putus Mata Rantai PETI Kuansing, Penambang hingga Pemodal Ditindak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polda Riau Putus Mata Rantai PETI Kuansing, Penambang hingga Pemodal Ditindak

PEKANBARU — Kepolisian Daerah Riau terus memperkuat upaya pemberantasan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Penindakan tidak hanya diarahkan kepada pekerja yang berada di lokasi tambang, tetapi juga dikembangkan hingga pihak yang diduga menjadi pemodal, pemilik usaha pertambangan, serta penampung hasil tambang ilegal.

Langkah tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai aktivitas PETI secara menyeluruh. Kepolisian menilai pemberantasan tidak akan efektif apabila hanya menyasar pelaku yang bekerja di lapangan, sementara pihak yang membiayai dan menampung hasil kegiatan tersebut masih dapat menjalankan aktivitasnya.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mengatakan penanganan perkara PETI dilakukan secara berkelanjutan sejak Januari hingga Agustus 2026. Selain penegakan hukum, kepolisian juga menjalankan langkah pencegahan melalui sosialisasi, patroli, serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk menekan aktivitas pertambangan ilegal.

Dalam Operasi PETI Kuantan Merah Putih yang berlangsung pada 1 hingga 14 Agustus 2026, aparat gabungan Polda Riau dan Polres Kuansing memusnahkan sebanyak 525 rakit atau dompeng yang digunakan dalam kegiatan pertambangan tanpa izin. Pemusnahan dilakukan untuk mencegah sarana tersebut kembali digunakan oleh pelaku.

Selain menyasar aktivitas di lapangan, penyidik juga melakukan pengembangan untuk mengetahui aliran hasil tambang serta pihak-pihak yang berada di balik kegiatan tersebut. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membongkar jaringan PETI, karena aktivitas pertambangan ilegal biasanya melibatkan sejumlah peran yang saling berkaitan.

Polda Riau dan Polres Kuansing menangkap 17 tersangka kasus tambang emas ilegal dan menyita 395 gram emas

Dalam operasi tersebut, Satgas Penegakan Hukum gabungan Polda Riau dan Polres Kuansing menetapkan 17 orang sebagai tersangka dalam delapan laporan polisi. Para tersangka memiliki peran yang berbeda, mulai dari pekerja lapangan, pemilik sarana pertambangan, hingga pihak yang diduga memberikan modal dan menampung hasil tambang.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk emas, peralatan pemurnian, mesin, serta berbagai sarana yang diduga digunakan dalam aktivitas PETI. Salah satu pengungkapan juga mengarah kepada seorang pemilik peralatan yang diduga menjalankan aktivitas pertambangan ilegal sejak Mei 2026.

Penyidik kemudian menemukan bukti elektronik yang menunjukkan adanya transaksi penjualan emas kepada sebuah toko di wilayah Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Dari pengembangan tersebut, aparat mengamankan uang tunai sekitar Rp972 juta dan emas dengan berat sekitar 395 gram sebagai bagian dari barang bukti perkara.

Pengungkapan jaringan hingga ke pihak yang diduga menjadi pemodal dan penampung menunjukkan bahwa kepolisian berupaya membongkar rantai kegiatan PETI dari hulu hingga hilir. Dengan pendekatan tersebut, penindakan tidak berhenti pada pelaku yang bekerja di lokasi tambang, tetapi juga diarahkan kepada pihak yang memperoleh keuntungan dari kegiatan ilegal tersebut.

Wakapolda Riau menegaskan bahwa pemberantasan PETI bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Aktivitas pertambangan tanpa izin juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, mengganggu ketertiban masyarakat, serta memberikan dampak terhadap kondisi sungai dan kawasan sekitar.

Sungai Kuantan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penertiban aktivitas PETI. Kepolisian mengajak masyarakat untuk ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan adanya kegiatan pertambangan ilegal. Peran masyarakat dinilai penting karena pengawasan terhadap wilayah yang luas membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Penanganan PETI juga membutuhkan kerja sama antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penindakan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat dilanjutkan dengan upaya pencegahan dan pengawasan secara berkesinambungan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan. Sebelumnya, terdapat dorongan agar pertambangan rakyat dapat diarahkan melalui mekanisme yang legal dan lebih tertata sehingga masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan tanpa melakukan kegiatan yang melanggar hukum dan merusak lingkungan.

Dengan terus dikembangkannya penyidikan, kepolisian berharap jaringan PETI di Kuansing dapat diputus secara menyeluruh. Penindakan terhadap penambang, pemilik sarana, pemodal, hingga pihak yang diduga menampung hasil tambang diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus menghentikan aktivitas ilegal yang telah berlangsung di sejumlah wilayah.

Polda Riau juga mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Upaya memberantas pertambangan tanpa izin diharapkan tidak hanya menghasilkan penegakan hukum terhadap para pelaku, tetapi juga membantu menjaga kelestarian sungai, keamanan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kamis, 30 April 2026 Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

    Kamis, 30 April 2026 Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna menyukseskan Asta Cita yang diusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Ribka saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah […]

  • Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN

    Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

      Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengusulkan agar sekitar 18.000 guru agama honorer yang telah lama mengabdi di berbagai satuan pendidikan mendapatkan prioritas dalam proses pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus […]

  • Jakarta Bhayangkara Presisi Kumpulkan 4 Bintang Dunia, Incar Gelar Juara AVC 2026 di Pontianak

    Jakarta Bhayangkara Presisi Kumpulkan 4 Bintang Dunia, Incar Gelar Juara AVC 2026 di Pontianak

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • visibility 67
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Menjelang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang akan digelar di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak pada 13–17 Mei mendatang, Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) merakit kekuatan dahsyat. Tim ini dikabarkan akan diperkuat empat bintang voli dunia, demi menebus kekecewaan menjadi juara dua pada edisi sebelumnya dan meraih gelar juara di hadapan pendukung sendiri, […]

  • Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi

    Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Di wilayah Kesambi, kegiatan Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia […]

  • Wamendagri Bima Arya Apresiasi Soliditas dan Inovasi Pemerintah Daerah Jambi

    Wamendagri Bima Arya Apresiasi Soliditas dan Inovasi Pemerintah Daerah Jambi

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

      Jambi – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi soliditas para pemimpin daerah dan berbagai inovasi yang berkembang di Provinsi Jambi. Menurutnya, hubungan yang harmonis antarpimpinan daerah menjadi modal penting dalam mendukung jalannya pemerintahan serta pelaksanaan berbagai program yang berdampak bagi masyarakat. “Jambi ini mengandalkan dengan solidaritas para pemimpin di sini, Pak […]

  • Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Dorong Sistem Meritokrasi dan Transparansi Karier

    Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Dorong Sistem Meritokrasi dan Transparansi Karier

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

      Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Dorong Sistem Meritokrasi dan Transparansi Karier Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sumber daya manusia melalui penguatan prinsip meritokrasi dan manajemen talenta. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, dalam pelaksanaan Assessment Center bagi Perwira Tinggi Polri […]

expand_less