Pramono Anung Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Masih Menunggu Hasil Penyelidikan
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pramono Anung Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Masih Menunggu Hasil Penyelidikan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara mengenai penyebab kebakaran Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Hingga Rabu (19/8/2026), penyebab pasti kebakaran tersebut belum diumumkan karena proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian.
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki kewenangan untuk menentukan asal-muasal maupun penyebab kebakaran. Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari penyelidikan kepolisian sehingga pemerintah daerah memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ia mengatakan, Pemprov DKI juga masih menunggu hasil penyelidikan tersebut. Sikap ini diambil agar informasi mengenai penyebab kebakaran yang disampaikan kepada publik benar-benar berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelumnya, kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mendapatkan gambaran mengenai awal mula kejadian. Sedikitnya 10 orang telah dimintai keterangan dalam tahap awal penyelidikan, sementara pemeriksaan lanjutan masih akan dilakukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa sebelum dan ketika kebakaran terjadi.
Polisi juga belum dapat memastikan titik awal maupun sumber api. Salah satu informasi awal menyebutkan bahwa api diduga berasal dari area lantai 11 yang pada saat kejadian sedang dalam proses renovasi. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut dan tidak dapat langsung dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Untuk memastikan sumber api, penyidik masih menunggu pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap titik awal kebakaran sekaligus memberikan gambaran mengenai faktor yang menyebabkan api muncul dan kemudian meluas ke bagian gedung lainnya.
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta menjadi perhatian karena bangunan tersebut digunakan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah. Selain Bapenda, gedung tersebut juga ditempati sejumlah unit pemerintahan lainnya. Sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) diketahui menjalankan aktivitas pemerintahan di gedung tersebut.
Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI harus mengambil langkah cepat agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Para ASN yang terdampak untuk sementara dapat bekerja melalui sejumlah skema, termasuk bekerja dari rumah, bekerja dari kantor suku dinas di wilayah masing-masing, maupun memanfaatkan aset milik Pemprov DKI lainnya.
Pramono sebelumnya juga memastikan bahwa data perpajakan milik Pemprov DKI Jakarta tetap aman karena telah memiliki sistem pencadangan secara digital. Dengan adanya sistem tersebut, kebakaran gedung tidak secara langsung menghentikan operasional layanan perpajakan yang menjadi salah satu fungsi penting Bapenda.
Pemerintah daerah kini masih berfokus pada pemulihan aktivitas perkantoran sekaligus menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Kepastian mengenai penyebab kebakaran diharapkan dapat diperoleh setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, termasuk analisis dari Puslabfor dan pendalaman keterangan para saksi.
Pramono meminta masyarakat menunggu informasi resmi dari pihak yang berwenang. Dengan demikian, berbagai dugaan mengenai penyebab kebakaran tidak berkembang menjadi kesimpulan sebelum penyelidikan selesai. Hasil pemeriksaan kepolisian nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui secara lebih jelas bagaimana kebakaran tersebut bermula dan apa faktor yang menyebabkannya.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar