Indonesia dan Thailand Sepakati Peta Jalan Kemitraan Strategis serta MoU Pendidikan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Indonesia dan Thailand Sepakati Peta Jalan Kemitraan Strategis serta MoU Pendidikan
Pemerintah Indonesia dan Thailand resmi memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan Peta Jalan Kemitraan Strategis (Roadmap on Strategic Partnership) periode 2026–2030 serta Nota Kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan. Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta. Penandatanganan sejumlah dokumen ini menjadi salah satu hasil utama dari kunjungan resmi PM Thailand ke Indonesia sekaligus menandai semakin eratnya hubungan kedua negara di berbagai sektor.
Peta Jalan Kemitraan Strategis 2026–2030 disusun sebagai pedoman bersama dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Thailand selama lima tahun ke depan. Dokumen tersebut mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari politik dan keamanan, ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, hingga penguatan hubungan sosial dan budaya. Melalui kesepakatan ini, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi yang saling menguntungkan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di masing-masing negara.
Selain mengesahkan peta jalan kemitraan, kedua negara juga menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MoU) di bidang pendidikan. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Menteri Pendidikan Kerajaan Thailand. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas kolaborasi dalam pengembangan kualitas pendidikan, pertukaran pengalaman, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga pengembangan sumber daya manusia yang lebih unggul di masa mendatang.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Thailand telah terjalin erat selama beberapa dekade dan terus berkembang menjadi kemitraan yang semakin strategis. Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kepentingan kedua negara, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi stabilitas dan kemajuan kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam kerangka kerja sama ASEAN.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin juga membahas berbagai peluang kerja sama di sektor lain, termasuk perdagangan, investasi, konektivitas pariwisata, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan koordinasi dalam menghadapi tantangan regional dan global. Indonesia dan Thailand sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi agar implementasi berbagai program kerja sama dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Kerja sama di bidang pendidikan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat. Melalui MoU tersebut, kedua negara diharapkan dapat mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga kerja sama antarlembaga pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat internasional.
Penandatanganan berbagai dokumen strategis ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Thailand untuk terus memperluas ruang kolaborasi di berbagai sektor. Dengan adanya peta jalan yang jelas dan kesepakatan konkret di bidang pendidikan, hubungan bilateral kedua negara diharapkan semakin kokoh serta mampu menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar