Wamenhan Tekankan Pentingnya Latihan Dasar Kemiliteran untuk Membentuk Karakter Calon Manajer Koperasi Desa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wamenhan Tekankan Pentingnya Latihan Dasar Kemiliteran untuk Membentuk Karakter Calon Manajer Koperasi Desa
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan Taufanto, menegaskan bahwa pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bertujuan membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat bela negara. Menurutnya, pembekalan tersebut bukan semata-mata mengajarkan kemampuan militer, melainkan menjadi sarana membangun mental, integritas, dan tanggung jawab yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin organisasi ekonomi masyarakat.
Donny menjelaskan bahwa seorang manajer koperasi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administrasi maupun manajerial, tetapi juga harus mampu memimpin tim, mengambil keputusan secara tepat, bekerja di bawah tekanan, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam melayani masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat dibentuk melalui pendidikan yang mengedepankan disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta kepemimpinan yang selama ini menjadi bagian dari sistem pelatihan dasar kemiliteran.
Menurut Wamenhan, berbagai lembaga pemerintah maupun perusahaan besar juga telah menerapkan pola pelatihan yang mengadopsi metode kedisiplinan ala militer untuk membentuk karakter sumber daya manusia. Oleh sebab itu, pembekalan kepada calon manajer Kopdes dipandang sebagai investasi dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, profesional, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di lapangan ketika mengelola koperasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi modern yang dikelola secara profesional. Para manajer nantinya akan memiliki peran penting dalam mengelola operasional koperasi, meningkatkan kesejahteraan anggota, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Karena itu, pemerintah menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut.
Meski demikian, pelaksanaan latihan dasar kemiliteran belakangan menjadi perhatian publik setelah adanya insiden yang menyebabkan meninggalnya beberapa peserta selama mengikuti pendidikan. Menyikapi peristiwa tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan pelatihan, termasuk aspek kesehatan peserta, metode pendidikan, sistem pengawasan, hingga standar keselamatan yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan tetap mengedepankan keselamatan peserta tanpa mengurangi tujuan utama pembentukan karakter. Pemerintah juga memastikan bahwa materi pelatihan ke depan akan lebih menitikberatkan pada pengembangan kompetensi manajerial, kepemimpinan, etika pelayanan publik, serta kemampuan mengelola koperasi secara profesional sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Selain pembentukan karakter, para peserta juga akan memperoleh berbagai materi mengenai tata kelola koperasi, pengelolaan keuangan, kewirausahaan, digitalisasi layanan koperasi, hingga strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan kombinasi pembelajaran tersebut, diharapkan para calon manajer mampu menjadi pemimpin yang memiliki integritas tinggi sekaligus kompetensi profesional dalam mengembangkan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.
Pemerintah berharap program pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dapat menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dari sisi pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, semangat pengabdian, serta rasa tanggung jawab terhadap masyarakat. Melalui evaluasi dan penyempurnaan yang terus dilakukan, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian desa sekaligus mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar