Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Tragis! Balita Empat Tahun Meninggal Setelah Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet, Pengawasan Lokasi Proyek Jadi Sorotan

Tragis! Balita Empat Tahun Meninggal Setelah Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet, Pengawasan Lokasi Proyek Jadi Sorotan

  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tragis! Balita Empat Tahun Meninggal Setelah Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet, Pengawasan Lokasi Proyek Jadi Sorotan

Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, ketika seorang balita berusia empat tahun meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi. Insiden tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan perhatian publik terhadap pentingnya standar keselamatan dan pengamanan di setiap lokasi proyek yang berada di sekitar permukiman warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bermain bersama beberapa temannya di sekitar area proyek pada Sabtu malam. Tanpa disadari, korban terjatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter. Lubang tersebut memiliki diameter yang sempit sehingga menyulitkan proses penyelamatan. Teman-teman korban yang panik kemudian segera meminta pertolongan kepada warga dan petugas yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, serta unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya evakuasi. Pada tahap awal, petugas berusaha mengevakuasi korban secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang. Namun, upaya tersebut mengalami berbagai kendala karena ukuran lubang yang sangat sempit serta kondisi tanah yang berpotensi longsor.

Melihat kondisi tersebut, tim gabungan memutuskan menggunakan alat berat berupa dua unit ekskavator untuk menggali tanah di sekitar titik lokasi secara bertahap. Penggalian dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak membahayakan korban maupun petugas yang berada di sekitar lubang. Selama proses penyelamatan berlangsung, area proyek juga dipasangi garis polisi guna mencegah warga mendekati lokasi dan memberikan ruang bagi tim evakuasi bekerja secara maksimal.

Proses penyelamatan berlangsung selama kurang lebih empat jam. Setelah korban berhasil diangkat dari dalam lubang pada dini hari, petugas segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, meskipun sempat berhasil dievakuasi dalam kondisi masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kabar tersebut menambah duka bagi keluarga serta masyarakat yang mengikuti proses evakuasi sejak malam hari.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya peristiwa tersebut, termasuk menelusuri aspek pengamanan lokasi proyek. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara kondisi tempat kejadian perkara juga telah dipasang garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan. Aparat akan mengkaji apakah seluruh prosedur keselamatan kerja dan pengamanan area proyek telah diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bahwa setiap proyek konstruksi harus mengutamakan aspek keselamatan, terutama apabila berada di lingkungan padat penduduk atau berdekatan dengan fasilitas umum yang sering digunakan anak-anak untuk bermain. Lubang galian maupun area berbahaya seharusnya dilengkapi pagar pembatas yang memadai, rambu-rambu peringatan, pencahayaan yang cukup pada malam hari, serta pengawasan yang ketat untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Para pemerhati keselamatan konstruksi menilai bahwa penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya bertujuan melindungi para pekerja proyek, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Setiap pelaksana proyek memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh area berisiko telah diamankan sehingga tidak membahayakan warga, khususnya anak-anak yang belum memahami potensi bahaya di sekitar proyek.

Masyarakat juga diimbau agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di luar rumah, terutama di sekitar area pembangunan yang masih aktif. Sementara itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan melakukan evaluasi terhadap seluruh proyek konstruksi agar seluruh standar keselamatan benar-benar diterapkan demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Jurnalis : Hanadia

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duel Lini Tengah Diprediksi Jadi Penentu Hasil Laga Indonesia Kontra Vietnam

    Duel Lini Tengah Diprediksi Jadi Penentu Hasil Laga Indonesia Kontra Vietnam

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Duel Lini Tengah Diprediksi Jadi Penentu Hasil Laga Indonesia Kontra Vietnam Pertandingan antara Tim Nasional Indonesia menghadapi Vietnam diprediksi akan berlangsung sengit dengan persaingan ketat di setiap lini permainan. Namun, banyak pengamat sepak bola menilai bahwa pertarungan di sektor tengah lapangan akan menjadi faktor paling menentukan dalam hasil akhir pertandingan. Tim yang mampu menguasai lini […]

  • Polisi Ungkap Dugaan Produksi Narkotika di Lampung Selatan, Lima Orang Diamankan

    Polisi Ungkap Dugaan Produksi Narkotika di Lampung Selatan, Lima Orang Diamankan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • visibility 52
    • 0Komentar

      Polisi Ungkap Dugaan Produksi Narkotika di Lampung Selatan, Lima Orang Diamankan Kepolisian mengungkap dugaan aktivitas produksi narkotika di wilayah Lampung Selatan, Lampung. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan lima orang yang kini menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai sebuah rumah kontrakan […]

  • Ambulans Sidokkes Polri Berhenti di Desa Ruis, Warga Terdampak Gempa Dapat Pelayanan Kesehatan

    Ambulans Sidokkes Polri Berhenti di Desa Ruis, Warga Terdampak Gempa Dapat Pelayanan Kesehatan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Ambulans Sidokkes Polri Berhenti di Desa Ruis, Warga Terdampak Gempa Dapat Pelayanan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Salah satu bentuk kepedulian tersebut dilakukan dengan menghadirkan ambulans Sidokkes Polri di Desa Ruis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga setelah terjadinya gempa. Kehadiran […]

  • Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi

    Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Di wilayah Kesambi, kegiatan Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia […]

  • Tiga Pegawai Bank NTB Syariah Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Event Lombok Sumbawa Motocross 2023

    Tiga Pegawai Bank NTB Syariah Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Event Lombok Sumbawa Motocross 2023

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

      Tiga Pegawai Bank NTB Syariah Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Event Lombok Sumbawa Motocross 2023 Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dalam penyidikan dugaan korupsi penyelenggaraan Lombok Sumbawa Motocross Competition (LSMC) 2023. Dalam perkembangan terbaru, tiga orang yang pernah bertugas di Bank NTB Syariah turut diperiksa oleh penyidik […]

  • Hermawan Sulistyo Ungkap Pengalaman Pernah Mati Suri Tiga Kali dalam Perayaan HUT Ke-69

    Hermawan Sulistyo Ungkap Pengalaman Pernah Mati Suri Tiga Kali dalam Perayaan HUT Ke-69

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Hermawan Sulistyo Ungkap Pengalaman Pernah Mati Suri Tiga Kali dalam Perayaan HUT Ke-69 Penasihat Kapolri, Prof. Hermawan Sulistyo, membagikan kisah perjalanan hidup yang penuh pengalaman ketika menghadiri perayaan ulang tahunnya yang ke-69. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami kondisi mati suri sebanyak tiga kali sepanjang hidupnya. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu […]

expand_less