BNN Beri Perhatian Khusus terhadap Perlindungan Anak Melalui Gerakan Ananda Bersinar
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BNN Beri Perhatian Khusus terhadap Perlindungan Anak Melalui Gerakan Ananda Bersinar
Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan perhatian khusus terhadap upaya perlindungan anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika melalui Gerakan Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika atau Ananda Bersinar. Program tersebut menjadi salah satu strategi preventif yang dikembangkan BNN guna memperkuat ketahanan generasi muda sejak usia dini dari bahaya narkoba yang semakin kompleks dan terus berkembang.
Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak memerlukan kerja sama berbagai pihak. Dalam pelaksanaannya, BNN menjalin sinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) karena kedua lembaga memiliki kesamaan fokus dalam menjaga masa depan generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ancaman narkotika tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga mulai mengincar anak-anak dan remaja dengan berbagai modus yang semakin beragam. Oleh sebab itu, langkah pencegahan harus dilakukan sedini mungkin melalui pendidikan, penguatan karakter, serta peningkatan kesadaran di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Program Ananda Bersinar dirancang sebagai kampanye edukasi berskala nasional yang bertujuan membentuk generasi yang sehat, tangguh, serta memiliki daya tahan terhadap pengaruh negatif narkotika. Program ini menitikberatkan pada pembinaan karakter anak, penguatan peran keluarga, serta peningkatan literasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
BNN menilai bahwa keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk ketahanan anak terhadap berbagai pengaruh negatif. Orang tua diharapkan mampu menjadi benteng pertama dalam memberikan pendidikan moral, pengawasan, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka. Dengan demikian, anak memiliki kemampuan untuk mengenali dan menghindari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.
Selain keluarga, BNN juga mendorong keterlibatan sekolah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang berdekatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, BNN memilih untuk lebih mengedepankan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dibandingkan sekadar kegiatan seremonial. Berbagai program kolaboratif bersama Kementerian PPPA dan pemangku kepentingan lainnya disiapkan agar mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam upaya perlindungan anak.
Kementerian PPPA menyambut baik sinergi tersebut dan menilai bahwa tujuan kedua lembaga sejatinya sama, yakni melindungi anak dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka, termasuk penyalahgunaan narkotika. Kedua pihak juga berencana memperkuat kerja sama melalui pembaruan nota kesepahaman dan pembentukan tim bersama yang akan menjalankan berbagai program secara berkelanjutan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Melalui Gerakan Ananda Bersinar, BNN berharap dapat membangun kesadaran kolektif seluruh masyarakat bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari lingkungan keluarga dan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan penguatan edukasi, pembinaan karakter, serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan Indonesia mampu melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar