Hendropriyono Tegaskan Tidak Terlibat Upaya Penggulingan Pemerintah, Sebut Tuduhan sebagai Hoaks
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Detikcom
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hendropriyono Tegaskan Tidak Terlibat Upaya Penggulingan Pemerintah, Sebut Tuduhan sebagai Hoaks
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, menegaskan bahwa dirinya beserta orang-orang terdekatnya tidak memiliki keterlibatan dalam berbagai isu yang mengaitkan mereka dengan upaya penggulingan pemerintahan yang sah. Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas beredarnya berbagai informasi dan tudingan yang berkembang di tengah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Hendropriyono menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mendukung ataupun memerintahkan siapa pun untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan konstitusi maupun mengarah pada upaya mengganggu stabilitas pemerintahan. Menurutnya, berbagai tuduhan yang diarahkan kepada dirinya dan lingkungan terdekatnya merupakan informasi yang tidak memiliki dasar serta tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia menekankan bahwa dalam negara demokrasi, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Namun demikian, seluruh bentuk penyampaian aspirasi harus tetap berada dalam koridor hukum serta menghormati aturan yang berlaku. Oleh sebab itu, segala tindakan yang berpotensi mengganggu persatuan nasional dan stabilitas negara dinilai tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang dianut Indonesia.
Menurut Hendropriyono, sejak masih aktif sebagai prajurit hingga memasuki masa purnatugas, dirinya bersama rekan-rekan sesama anggota TNI selalu berpegang teguh pada prinsip menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, serta Undang-Undang Dasar 1945. Komitmen tersebut, menurutnya, menjadi landasan utama dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, penyebaran hoaks maupun narasi yang menyesatkan dinilai dapat memicu kesalahpahaman serta memperkeruh situasi di tengah masyarakat. Karena itu, setiap informasi perlu disikapi secara bijaksana dan diverifikasi terlebih dahulu.
Selain itu, Hendropriyono menegaskan bahwa hubungan keluarga ataupun kedekatan personal tidak dapat dijadikan dasar untuk mengaitkan seseorang dengan pandangan politik tertentu. Menurutnya, setiap individu memiliki tanggung jawab atas sikap dan tindakannya masing-masing, sehingga hubungan kekeluargaan tidak serta-merta menunjukkan adanya kesamaan tujuan maupun kepentingan politik.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya dinamika politik dan berbagai aksi penyampaian pendapat yang terjadi belakangan ini. Sejumlah pihak pun mengingatkan pentingnya menjaga ruang demokrasi yang sehat melalui dialog, penghormatan terhadap hukum, serta menjaga persatuan nasional agar berbagai perbedaan pandangan dapat diselesaikan secara konstitusional.
Dengan klarifikasi yang disampaikan tersebut, Hendropriyono berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan mendukung terciptanya stabilitas nasional demi keberlangsungan pembangunan serta kehidupan berbangsa dan bernegara yang kondusif.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar