Guncangan Perang : Seluruh Sekolah Di Iran Ditutup Pembelajaran Alihkan ke Daring
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEHERAN – Dampak dari serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari 2026 terus terasa hingga ke sektor pendidikan.
Pemerintah Iran resmi menutup seluruh institusi pendidikan di negara tersebut hingga waktu yang belum dapat ditentukan, menghentikan seluruh aktivitas belajar mengajar secara tatap muka.
Keputusan strategis ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Iran pekan lalu dan dikutip dari DW.
“Hingga pemberitahuan lebih lanjut, tidak akan ada kelas tatap muka di sekolah-sekolah di seluruh negeri,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.
Transisi ke Sistem Virtual
Sebagai solusi darurat, mulai Senin (21/4/2026), seluruh kegiatan belajar mengajar dialihkan sepenuhnya ke dalam jaringan (online).
Siswa diharuskan mengikuti pelajaran melalui platform khusus maupun saluran televisi pendidikan milik negara yang dikenal sebagai “Sekolah TV Iran”.
Kebijakan ini berlaku mutlak untuk semua jenis dan jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
Tantangan Infrastruktur dan Akses
Meskipun upaya keberlangsungan pendidikan telah dilakukan, transisi ke sistem pembelajaran daring ini menuai sejumlah tantangan berat, terutama terkait kesetaraan akses dan infrastruktur teknologi.
Anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang tinggal di wilayah terpencil menghadapi kesulitan besar dalam mengakses jaringan internet.
Kondisi ini semakin terasa di wilayah Sistan dan Baluchistan, di mana konektivitas internet hampir tidak dapat diakses akibat keterbatasan infrastruktur yang ada.
Selain itu, situasi keamanan dan konflik yang berlangsung turut membatasi ruang gerak digital. Lembaga pemantau internet global, NetBlocks, mencatat terjadinya pemadaman layanan internet (internet blackout) dalam durasi terpanjang yang terjadi menjelang tanggal 21 April. Hal ini semakin memperumit akses informasi dan kelancaran proses belajar mengajar secara virtual bagi jutaan siswa di negara tersebut.
Wartawan by Hari Andoko
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar