Polda Jatim Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Bijak Bermedsos
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Jatim Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Bijak Bermedsos
SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengajak generasi muda untuk terus memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Ajakan tersebut disampaikan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terdahulu harus tetap dijaga di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus menentukan arah masa depan bangsa melalui tindakan positif, baik di lingkungan sosial maupun di ruang digital.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa nilai-nilai Sumpah Pemuda masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Jika pada masa lalu pemuda berjuang menyatukan bangsa melalui semangat kebangsaan, generasi sekarang menghadapi tantangan untuk mempertahankan persaudaraan di tengah beragam informasi dan perbedaan pandangan yang berkembang di media sosial.
Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan gagasan yang membangun, memperluas wawasan, menunjukkan kreativitas, serta memperkuat hubungan antarmasyarakat. Dengan penggunaan yang tepat, platform digital dapat menjadi ruang produktif bagi anak muda untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pembangunan nasional.
Polda Jatim juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain, terutama apabila berisi tuduhan, provokasi, ajakan kekerasan, atau narasi yang berpotensi menimbulkan perselisihan.
Kebiasaan menyebarkan informasi tanpa melakukan pemeriksaan dapat memicu kesalahpahaman dan memperburuk hubungan antarkelompok masyarakat. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu membangun kebiasaan berpikir kritis, memahami konteks informasi, serta membedakan fakta dari opini sebelum mengambil kesimpulan.
Selain berhati-hati terhadap informasi yang beredar, anak muda juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang belum dipahami tujuan maupun risikonya. Sikap kritis dan tanggung jawab diperlukan agar mereka dapat menentukan tindakan secara rasional, tidak sekadar mengikuti arus, serta tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Dalam keterangannya, Jules Abraham Abast menekankan pentingnya menjadikan ruang digital sebagai tempat yang mendorong persaudaraan, bukan sebagai sarana untuk memperbesar perbedaan. Generasi muda diharapkan dapat berperan aktif menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat dengan menghormati pendapat orang lain, menghindari ujaran yang memecah belah, dan menyampaikan pandangan secara santun.
Kebebasan Berpendapat Harus Disertai Tanggung Jawab
Polda Jatim turut menegaskan bahwa generasi muda memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, kritik, gagasan, maupun aspirasi. Penyampaian pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan demokrasi, sehingga perlu dihormati selama dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum serta hak orang lain.
Kebebasan tersebut perlu dijalankan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab. Perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain atau mengganggu ketertiban umum. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan, memperluas pemahaman, dan mencari penyelesaian yang menguntungkan kepentingan bersama.
Generasi muda juga diharapkan mampu menyampaikan kritik secara konstruktif. Kritik yang disertai alasan jelas, informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, dan bahasa yang baik dapat menjadi bagian dari upaya mendorong perbaikan di lingkungan masyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui pendekatan tersebut, ruang digital diharapkan tetap terbuka bagi pertukaran informasi dan gagasan tanpa mengabaikan pentingnya menjaga kerukunan. Kesadaran untuk menghormati perbedaan menjadi salah satu modal utama dalam membangun masyarakat yang dewasa, toleran, dan mampu menghadapi berbagai tantangan bersama.
Peran Orang Tua dalam Mendampingi Generasi Muda
Selain menyampaikan imbauan kepada generasi muda, Polda Jatim mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak. Pendampingan diperlukan agar anak mampu memahami manfaat dan risiko penggunaan media sosial, sekaligus membentuk kebiasaan berinteraksi secara sehat di lingkungan pergaulan maupun dunia digital.
Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan batasan, tetapi juga membangun hubungan yang memungkinkan anak menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi. Komunikasi yang baik dapat membantu keluarga memahami pengaruh lingkungan pergaulan, mengenali informasi yang berpotensi merugikan, serta menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga perilaku di ruang digital.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, pengawasan dan pendampingan keluarga perlu berjalan beriringan dengan pendidikan mengenai literasi digital. Anak muda perlu memahami bahwa setiap aktivitas di internet dapat membawa konsekuensi, sehingga penggunaan media sosial harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan menghormati privasi serta hak orang lain.
Kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan generasi muda. Dengan komunikasi dan edukasi yang berkelanjutan, anak-anak diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat sekaligus menghindari pengaruh negatif.
Jogo Omah Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa menjaga generasi muda dan memelihara keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Upaya tersebut memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, lembaga pendidikan, hingga komunitas pemuda.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat “Jogo Omah” yang digaungkan Kapolda Jawa Timur. Konsep ini mengandung makna bahwa menjaga keamanan tidak sebatas melindungi rumah secara fisik, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap keluarga, anak-anak, tetangga, dan lingkungan sosial agar tetap aman serta harmonis.
Kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membangun komunikasi yang baik antarwarga, membantu menjaga ketertiban, menghormati perbedaan, serta mencegah berkembangnya informasi yang dapat memicu konflik. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Polda Jatim berharap momentum Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperkuat komitmen terhadap persatuan dan kemajuan bangsa. Semangat kebangsaan perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, termasuk penggunaan media sosial secara bertanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat.
Dengan mengedepankan semangat persaudaraan, sikap kritis, dan tanggung jawab, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan. Pemanfaatan teknologi secara positif juga dapat membantu memperluas kesempatan belajar, mengembangkan kreativitas, dan membangun hubungan yang lebih baik di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Melalui semangat “Jogo Omah, Jogo Lingkungan, lan Jogo Jawa Timur”, Polda Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk memulai upaya menjaga persatuan dari lingkungan terdekat. Kerja sama dan kepedulian bersama diharapkan dapat menciptakan Jawa Timur yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda bagi masa depan Indonesia.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar