Dua Terduga Perompak Kapal di Perairan Banten Ditangkap, Kerugian Satu Kapal Capai Rp200 Juta
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dua Terduga Perompak Kapal di Perairan Banten Ditangkap, Kerugian Satu Kapal Capai Rp200 Juta
CILEGON – Kepolisian menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam aksi perompakan kapal di perairan Banten. Keduanya diduga menyasar kapal-kapal barang dan pengangkut batu bara yang sedang berlabuh di sekitar wilayah Merak dan Bojonegara. Barang yang menjadi incaran para pelaku adalah suku cadang kapal bernilai tinggi yang kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan.
Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial B (54) dan R (56). Berdasarkan keterangan kepolisian, aksi pencurian tersebut dilakukan pada dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Waktu tersebut diduga dipilih karena sebagian penjaga kapal sedang beristirahat atau tidak dalam kondisi siaga penuh ketika kapal bersandar di dermaga maupun lego jangkar.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Banten, Kombes Eko Hartanto, menjelaskan bahwa para pelaku menyasar kapal yang berada di perairan Banten, khususnya kawasan Merak dan Bojonegara. Kedua wilayah tersebut menjadi lokasi aktivitas pelayaran dan tempat kapal-kapal menunggu sebelum melanjutkan perjalanan atau melakukan kegiatan bongkar muat.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku diduga telah mempersiapkan peralatan dari darat sebelum naik ke kapal yang menjadi sasaran. Setelah berhasil masuk, mereka mencari komponen mesin dan suku cadang yang memiliki nilai jual tinggi. Aksi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi pemilik kapal, terutama apabila komponen yang diambil merupakan bagian penting dari sistem operasional kapal.
Kepolisian juga mengungkapkan bahwa penjaga kapal yang mengetahui keberadaan para pelaku diduga mengalami penyekapan. Kondisi tersebut membuat situasi menjadi semakin serius karena selain kehilangan barang, awak atau petugas penjaga kapal juga berhadapan dengan risiko keselamatan selama aksi berlangsung.
Setelah berhasil menguasai barang yang menjadi sasaran, para pelaku diduga membawa suku cadang tersebut untuk kemudian dijual. Komponen mesin kapal yang memiliki harga relatif tinggi menjadi target utama karena dinilai dapat menghasilkan keuntungan dari penjualan. Namun, tindakan tersebut tidak hanya merugikan pemilik kapal secara materi, tetapi juga dapat mengganggu keamanan dan kelancaran aktivitas pelayaran.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, kerugian akibat pencurian suku cadang pada satu kapal diperkirakan mencapai Rp200 juta. Nilai kerugian tersebut menunjukkan bahwa pencurian komponen kapal bukan perkara sepele, mengingat sejumlah suku cadang memiliki harga tinggi dan dibutuhkan untuk menjaga kapal tetap beroperasi dengan baik.
Kasus ini menjadi perhatian karena keamanan kapal yang sedang berlabuh merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran transportasi laut dan kegiatan distribusi barang. Kapal-kapal pengangkut komoditas seperti batu bara dan barang industri memiliki peran dalam rantai pasok, sehingga gangguan terhadap operasionalnya dapat menimbulkan dampak yang lebih luas apabila tidak ditangani dengan baik.
Penindakan terhadap para terduga pelaku juga menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan wilayah perairan Banten. Pengawasan terhadap kapal yang sedang berlabuh, peningkatan kewaspadaan petugas penjaga, serta koordinasi dengan aparat berwenang diperlukan untuk mengurangi risiko tindak kejahatan serupa.
Selain melakukan penegakan hukum, pengungkapan perkara seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengelola kapal mengenai pentingnya sistem keamanan. Pengawasan akses keluar masuk kapal, pencatatan inventaris suku cadang, serta pelaporan segera apabila ditemukan aktivitas mencurigakan dapat membantu mencegah terjadinya pencurian dan mempercepat penanganan apabila insiden terjadi.
Kepolisian diharapkan terus mendalami perkara tersebut untuk mengungkap rangkaian kejadian serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, masyarakat dan pelaku usaha pelayaran diimbau untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di kawasan perairan kepada petugas berwenang demi menjaga keamanan bersama.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan maritim tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas kapal, tetapi juga perlindungan terhadap aset, barang, dan keselamatan orang-orang yang bekerja di atas kapal. Pengawasan yang konsisten dan kerja sama berbagai pihak diperlukan agar kawasan perairan Banten tetap aman bagi kegiatan pelayaran dan distribusi logistik.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar