Polda Sumsel Perkuat Pencegahan Narkoba, Bangun Ketahanan Masyarakat melalui Herd Immunity Policing
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Sumsel Perkuat Pencegahan Narkoba, Bangun Ketahanan Masyarakat melalui Herd Immunity Policing
Polda Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan strategi herd immunity policing, yakni pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan bersama terhadap berbagai ancaman narkotika.
Strategi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Fungsi Reserse Narkoba yang digelar di Palembang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Strategi Penguatan Herd Immunity Policing guna Menanggulangi Kejahatan Narkotika dalam Rangka Ketahanan Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif”.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana membuka kegiatan tersebut dengan mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho. Dalam sambutan Kapolda yang dibacakannya, ditekankan bahwa keberhasilan dalam menghadapi ancaman narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lingkungan masyarakat yang mampu mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Pendekatan pencegahan menjadi penting karena persoalan narkoba memiliki dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat. Ancaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan, pendidikan, produktivitas, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Polda Sumsel mendorong agar masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima perlindungan, tetapi juga memiliki peran aktif dalam sistem pencegahan. Ketahanan lingkungan dapat dibangun melalui kepedulian bersama, komunikasi yang baik, serta koordinasi antara masyarakat dan aparat maupun lembaga terkait.
Konsep herd immunity policing yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun ketahanan kolektif. Ketika masyarakat memiliki kesadaran yang kuat mengenai bahaya narkoba dan mampu menjaga lingkungan masing-masing, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih luas dan tidak hanya bergantung pada tindakan penegakan hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Polda Sumsel juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Upaya pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, TNI, Polri, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta berbagai unsur masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan sehat.
FGD tersebut turut menghadirkan sejumlah unsur terkait, antara lain BNNP Sumsel, DPRD Sumsel, pemasyarakatan, kejaksaan, Bappeda, dan Universitas Sumatera Selatan. Forum tersebut menjadi ruang untuk bertukar pandangan sekaligus membahas strategi penanggulangan narkotika berdasarkan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.
Penguatan pencegahan juga dinilai memiliki hubungan dengan upaya menjaga kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu modal penting untuk mendukung produktivitas serta ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, pemberantasan narkoba tidak hanya dipandang sebagai persoalan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan manusia.
Sebelumnya, Polda Sumsel juga melakukan pengungkapan kasus dan menggagalkan pengiriman narkotika dalam jumlah besar. Pengungkapan tersebut mencakup 35 kilogram sabu dan 600 butir pil Happy Five. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman peredaran narkoba masih membutuhkan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mumin Wijaya menegaskan pentingnya menjadikan perlindungan terhadap generasi muda sebagai gerakan bersama. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat memiliki posisi penting dalam membentuk ketahanan tersebut. Kesadaran sejak dini mengenai risiko penyalahgunaan narkoba dapat menjadi salah satu bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan produktif.
Melalui pendekatan yang mengedepankan pencegahan dan kolaborasi, Polda Sumsel berharap masyarakat dapat semakin aktif menjaga lingkungannya. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan kondisi sosial yang mendukung keamanan, kesehatan, serta produktivitas masyarakat di Sumatera Selatan.
Pada akhirnya, pemberantasan narkoba membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Sinergi antara pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun ketahanan kolektif sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui FGD tersebut, Polda Sumsel berharap strategi pencegahan dapat terus dikembangkan sesuai kondisi di lapangan. Semangat menjaga lingkungan dan melindungi generasi muda diharapkan menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat Sumatera Selatan yang sehat, aman, dan produktif.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar