Wakapolri Dorong Sepolwan Naik Level, Polwan Disiapkan Hadapi Tantangan Era Modern
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wakapolri Dorong Sepolwan Naik Level, Polwan Disiapkan Hadapi Tantangan Era Modern
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mendorong Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri untuk terus meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Perubahan pola belajar dinilai penting agar para calon Polisi Wanita (Polwan) memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Dedi saat mengunjungi Sepolwan Lemdiklat Polri di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri berdialog langsung dengan para siswa sekaligus melihat berbagai fasilitas dan kegiatan pendidikan, mulai dari kelas digital, latihan olahraga hingga kehidupan siswa di asrama.
Wakapolri menilai perubahan masyarakat dan perkembangan teknologi membuat metode pendidikan kepolisian juga perlu menyesuaikan diri. Menurutnya, calon Polwan tidak cukup hanya menguasai materi secara teori, tetapi harus mampu menerapkan pengetahuan tersebut ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
Salah satu pendekatan yang diterapkan di Sepolwan adalah Outcome Based Education (OBE). Sistem ini mengarahkan proses pendidikan pada pencapaian kompetensi sehingga siswa tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga mengetahui cara menggunakan dan menerapkannya dalam situasi nyata.
Selain OBE, Sepolwan juga memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari digitalisasi pendidikan. Melalui sistem tersebut, proses pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, termasuk akses terhadap materi, diskusi, hingga evaluasi pembelajaran.
Kasepolwan Lemdiklat Polri Kombes Pol. Dr. Melda Yanny menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran disesuaikan dengan karakter generasi siswa yang semakin dekat dengan dunia digital. Pengajar tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif berdiskusi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Wakapolri juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadi pembelajar yang hanya menunggu informasi dari pengajar. Kemajuan teknologi memberikan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan masing-masing siswa.
Selain pembelajaran di dalam kelas, Wakapolri menekankan pentingnya latihan kerja atau latja. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan harus dapat diuji dan diterapkan melalui pengalaman di lapangan. Salah satu kemampuan yang mendapat perhatian adalah komunikasi karena tugas kepolisian berkaitan erat dengan interaksi langsung dengan masyarakat.
Kemampuan komunikasi diperlukan agar Polwan mampu mendengarkan persoalan masyarakat, memberikan penjelasan secara tepat, serta menjalankan tugas sesuai kewenangan. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting seiring luasnya peran kepolisian dalam berbagai kegiatan pelayanan dan perlindungan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Wakapolri juga melihat potensi dan prestasi yang dimiliki para siswa Sepolwan. Salah satunya adalah Fransina Putri Iriani Blesya, siswa yang memiliki pengalaman akademik dan kemampuan bahasa asing. Fransina juga pernah mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah New South Wales untuk menempuh pendidikan Bachelor of Chemical Engineering di Macquarie University, Sydney, Australia.
Selain prestasi akademik, sejumlah siswa Sepolwan juga memiliki prestasi di bidang olahraga dan mengikuti kompetisi internasional. Berdasarkan informasi Lemdiklat Polri, terdapat sembilan siswa yang mengikuti ajang olahraga internasional, dengan delapan siswa mengikuti ASEAN Games di Jepang dan satu siswa mengikuti kejuaraan dunia panjat tebing di China dan Chili.
Potensi siswa juga terlihat dari kemampuan di berbagai bidang lain, seperti bahasa asing, seni, komunikasi, serta olahraga. Kemampuan tersebut dinilai sebagai aset yang dapat dikembangkan selama proses pendidikan dan selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Wakapolri menegaskan bahwa prestasi yang diraih siswa tidak seharusnya berhenti sebagai penghargaan semata. Kemampuan tersebut perlu dipetakan dan dikembangkan sebagai bagian dari manajemen talenta di lingkungan Polri. Siswa yang memiliki prestasi juga didorong mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan organisasi.
Dari sisi fasilitas, Wakapolri meninjau kelas digital untuk melihat penerapan pembelajaran berbasis teknologi. Ia juga melihat fasilitas latihan dan asrama yang menjadi bagian dari proses pembentukan keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, serta kebersamaan para siswa.
Lemdiklat Polri terus melakukan pembaruan sistem pendidikan melalui penguatan LMS, penerapan OBE, latihan kerja, serta pemetaan potensi dan prestasi siswa. Seluruh pendekatan tersebut diarahkan untuk membentuk Polwan yang memiliki kemampuan profesional dan mampu menghadapi karakter masyarakat yang terus berubah.
Wakapolri berharap kapasitas Sepolwan dapat terus dikembangkan. Salah satu target yang disampaikan adalah peningkatan kapasitas pendidikan sehingga pada 2027 Sepolwan diharapkan mampu mendidik hingga 1.000 Polwan, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan sarana, prasarana, serta kualitas proses pendidikan.
Transformasi pendidikan di Sepolwan menjadi bagian dari upaya menyiapkan personel Polwan yang tidak hanya memiliki kemampuan dasar kepolisian, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, dan memahami kebutuhan masyarakat.
Dengan pembaruan metode pembelajaran dan pengembangan talenta sejak masa pendidikan, Sepolwan diharapkan dapat menghasilkan Polwan yang siap menjalankan tugas di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Pendidikan yang menghubungkan teori, praktik, teknologi, dan pengembangan karakter menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan personel kepolisian menghadapi tantangan masa depan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar