Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Gardu LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Kabel
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Gardu LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Kabel
Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di dalam gardu listrik yang berada di kawasan LRT Pancoran, Jakarta Selatan. Polisi menduga pria tersebut masuk ke area gardu dengan tujuan mengambil kabel sebelum kemudian mengalami kecelakaan akibat aliran listrik bertegangan tinggi.
Peristiwa tersebut diketahui setelah polisi menerima laporan mengenai keberadaan seorang pria yang ditemukan di dalam fasilitas gardu listrik pada Selasa, 1 September 2026. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap tempat kejadian perkara untuk mengetahui kronologi serta aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Pancoran Kompol Suminto menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, korban diduga memasuki area gardu dari bagian bawah. Pria tersebut kemudian bergerak menuju lantai dua gardu yang menjadi bagian dari fasilitas kelistrikan pendukung operasional LRT Jabodebek.
Dugaan bahwa korban hendak mengambil kabel muncul setelah polisi menemukan sejumlah barang yang dibawa ke dalam area gardu. Di antaranya terdapat sebuah gergaji besi dan kantong plastik. Barang-barang tersebut menjadi salah satu petunjuk yang tengah diperiksa penyidik untuk mengetahui tujuan korban berada di lokasi.
Polisi menduga korban kemudian tersengat aliran listrik bertegangan tinggi ketika berada di dalam gardu. Namun, dugaan mengenai aktivitas korban tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Petugas tetap melakukan pemeriksaan terhadap berbagai temuan di lokasi sebelum menarik kesimpulan mengenai kejadian sebenarnya.
Identitas korban hingga saat ini belum diketahui. Polisi menyebut tidak menemukan kartu tanda penduduk maupun dokumen identitas lain pada tubuh korban. Karena itu, korban untuk sementara dicatat sebagai Mr X sambil menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
Setelah proses evakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan penyebab kematian sekaligus mendukung proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap korban, polisi juga terus mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian. Berbagai barang yang ditemukan di sekitar korban menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana pria tersebut dapat masuk ke area gardu serta apa yang dilakukannya sebelum kejadian.
Fasilitas gardu listrik tersebut diketahui memiliki peran dalam mendukung operasional LRT Jabodebek. Untuk kepentingan proses evakuasi dan penanganan di lokasi, aliran listrik sempat dimatikan sementara. Meski demikian, pemadaman tersebut tidak sampai mengganggu operasional LRT secara keseluruhan.
Pihak LRT Jabodebek juga memastikan pria yang ditemukan meninggal dunia tersebut bukan merupakan pegawai mereka. Tidak adanya laporan mengenai pegawai yang hilang menjadi salah satu dasar untuk memastikan bahwa korban bukan bagian dari pekerja LRT.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh. Dugaan pencurian kabel menjadi salah satu kemungkinan yang sedang didalami berdasarkan barang-barang yang ditemukan di lokasi. Sementara itu, penyebab pasti kematian korban akan diperkuat melalui pemeriksaan medis dan hasil autopsi.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut fasilitas kelistrikan yang digunakan untuk mendukung transportasi publik. Kejadian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya keamanan di sekitar fasilitas bertegangan tinggi agar tidak dimasuki oleh pihak yang tidak berkepentingan.
Hingga kini, kepolisian belum mengungkap identitas korban maupun memastikan secara final motif kedatangannya ke dalam gardu. Proses penyelidikan masih berlangsung dan setiap temuan akan digunakan untuk mengungkap kronologi kejadian secara lebih lengkap.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar