Pramono Anung Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Masih Dalam Penyelidikan
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pramono Anung Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Masih Dalam Penyelidikan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan penjelasan mengenai kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran tersebut belum diumumkan karena proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian.
Pramono menegaskan bahwa penentuan sumber api dan penyebab kebakaran merupakan kewenangan aparat kepolisian. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurutnya, masih menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum memberikan keterangan lebih jauh kepada masyarakat. Ia juga meminta agar informasi mengenai penyebab kebakaran tidak disimpulkan secara terburu-buru sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan akan mengikuti hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat berwenang.
Kepolisian sendiri telah melakukan langkah awal untuk mengungkap penyebab kebakaran. Sedikitnya 10 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi gedung dan aktivitas yang berlangsung sebelum kebakaran terjadi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung sebelumnya menyampaikan bahwa pemeriksaan awal terhadap para saksi dilakukan di lokasi kejadian. Penyidik juga berencana memperluas pemeriksaan terhadap orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut, termasuk warga di sekitar gedung maupun pegawai yang berada di dalam gedung ketika kebakaran berlangsung.
Meski sejumlah keterangan awal telah diperoleh, polisi belum dapat memastikan titik awal maupun penyebab munculnya api. Penyidik masih membutuhkan hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mencocokkan keterangan para saksi dengan temuan di lokasi kejadian.
Salah satu informasi yang muncul dalam penyelidikan menyebutkan bahwa api diduga bermula dari lantai 11. Pada bagian gedung tersebut diketahui sedang berlangsung pekerjaan renovasi. Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai sumber api karena polisi masih melakukan pendalaman.
Untuk memastikan asal-muasal kebakaran, kepolisian juga menunggu pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik diharapkan dapat membantu penyidik menemukan petunjuk mengenai sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran.
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menunggu hasil penyelidikan tersebut. Sikap ini diambil agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan hasil pemeriksaan resmi dan bukan berdasarkan dugaan maupun informasi yang belum terverifikasi.
Kebakaran Gedung Bapenda menjadi perhatian karena bangunan tersebut merupakan salah satu fasilitas pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dan administrasi pendapatan daerah. Karena itu, selain mengungkap penyebab kebakaran, pemerintah juga perlu memastikan kondisi gedung serta pelayanan masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik setelah peristiwa tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan dan keamanan bangunan. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan fasilitas pemerintahan memiliki sistem pencegahan dan penanganan kebakaran yang memadai sehingga risiko serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.
Hingga kini, penyebab kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Pemerintah daerah memilih untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan proses penentuan penyebab kebakaran kepada aparat yang memiliki kewenangan.
Nama Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar