Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infotaintment » Polres Bogor PTDH 3 Personel Terlibat Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Polres Bogor PTDH 3 Personel Terlibat Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Bogor PTDH 3 Personel Terlibat Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Polres Bogor menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH terhadap tiga personelnya yang terbukti melakukan pelanggaran berat terkait disiplin dan penyalahgunaan narkoba. Upacara pemberhentian tersebut digelar di Mako Polres Bogor pada Senin, 7 September 2026.

Upacara PTDH dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto. Sejumlah pejabat utama, para Kapolsek jajaran, serta personel Polres Bogor turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kapolres Bogor menegaskan bahwa PTDH bukan merupakan bentuk penghargaan maupun kebanggaan. Keputusan tersebut merupakan bagian dari penegakan aturan serta kepastian hukum di lingkungan institusi Polri.

Ketiga personel yang diberhentikan dinyatakan melakukan pelanggaran berat berupa desersi dan penyalahgunaan narkoba. Keputusan pemberhentian diambil setelah melalui rangkaian proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses tersebut mencakup pemeriksaan disiplin, sidang kode etik profesi, hingga tahapan pembinaan. Namun, upaya pembinaan yang telah diberikan tidak menghasilkan perubahan sehingga proses pemberhentian tetap dilakukan.

Tiga personel yang dikenai PTDH tersebut berasal dari satuan kerja di lingkungan Polres Bogor dan dua personel dari satuan kerja Polsek jajaran. Identitas ketiganya tidak menjadi bagian utama dalam informasi yang disampaikan kepada publik.

Kapolres Bogor menyampaikan bahwa setiap personel Polri memiliki tanggung jawab untuk menjaga disiplin, integritas, serta nama baik institusi. Pelanggaran berat yang dilakukan anggota dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, keputusan PTDH memang menjadi kerugian bagi organisasi karena setiap anggota telah melewati proses seleksi, pendidikan, dan pembinaan sebelum menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.

Meski demikian, penegakan aturan tetap harus dilakukan. Pemberhentian tersebut menjadi bentuk komitmen Polres Bogor dalam menjaga profesionalisme dan kehormatan institusi.

Kapolres juga meminta seluruh pimpinan satuan kerja dan Kapolsek jajaran meningkatkan pengawasan terhadap anggota. Pengawasan melekat dinilai penting untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.

Selain pengawasan, kepedulian pimpinan terhadap kondisi personel juga perlu diperkuat. Komunikasi yang baik di lingkungan kerja diharapkan dapat membantu mencegah munculnya berbagai persoalan yang berujung pada pelanggaran disiplin.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri agar selalu mematuhi aturan kedinasan. Setiap anggota juga dituntut menjaga integritas dan menjalankan tugas sesuai kode etik profesi.

Polres Bogor berharap sanksi yang diberikan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran. Penegakan disiplin diharapkan tidak hanya dilakukan setelah pelanggaran terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan pembinaan secara berkelanjutan.

Masyarakat juga diharapkan tetap memperoleh pelayanan kepolisian yang profesional meskipun terdapat persoalan internal yang harus diselesaikan. Institusi Polri terus didorong untuk menjaga kepercayaan publik melalui kedisiplinan dan integritas personelnya.

Kapolres Bogor mengingatkan seluruh anggota agar menjadikan kasus tersebut sebagai evaluasi bersama. Personel diminta mematuhi ketentuan, menjaga kehormatan institusi, serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas kepada masyarakat.

Dengan adanya proses PTDH tersebut, Polres Bogor menegaskan bahwa pelanggaran berat tidak akan dibiarkan. Penegakan kode etik dan disiplin menjadi bagian penting untuk menjaga profesionalisme serta marwah kepolisian.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Sakit Gigi

    Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Sakit Gigi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Pengobatan Sakit Gigi Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap seorang santriwati yang masih berusia 14 tahun. Dugaan tindak pidana tersebut kini telah masuk ke tahap penyidikan dan tengah ditangani oleh aparat […]

  • Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI di Solo, Perkuat Komitmen Kembali ke NKRI

    Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI di Solo, Perkuat Komitmen Kembali ke NKRI

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI di Solo, Perkuat Komitmen Kembali ke NKRI Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan sekitar 6.500 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Solo. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen para mantan anggota kelompok tersebut untuk kembali menjalankan kehidupan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). […]

  • Kecelakaan Pikap di Tol Cipularang Purwakarta, 2 Pedagang Tahu Tewas

    Kecelakaan Pikap di Tol Cipularang Purwakarta, 2 Pedagang Tahu Tewas

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kecelakaan Pikap di Tol Cipularang Purwakarta, 2 Pedagang Tahu Tewas Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Insiden yang melibatkan sebuah mobil pikap tersebut mengakibatkan dua orang pedagang tahu meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa nahas itu menambah daftar kecelakaan yang kerap terjadi di jalur tol yang dikenal memiliki […]

  • Penanganan Karhutla Hari Ke-enam, Brimob Kembali Turun di Biak

    Penanganan Karhutla Hari Ke-enam, Brimob Kembali Turun di Biak

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Penanganan Karhutla Hari Ke-enam, Brimob Kembali Turun di Biak Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Biak terus dilakukan hingga memasuki hari keenam. Personel Brimob kembali diterjunkan untuk membantu proses penanganan kebakaran yang terjadi di sejumlah titik. Upaya tersebut dilakukan bersama unsur terkait sebagai bagian dari langkah cepat untuk mengendalikan penyebaran api dan mencegah […]

  • Patroli perairan dan Rendezous, Ditpolairud Polda Kepri perkuat kerja sama pengamanan Laut dengan Singapore Police Coast Guard. 

    Patroli perairan dan Rendezous, Ditpolairud Polda Kepri perkuat kerja sama pengamanan Laut dengan Singapore Police Coast Guard. 

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • visibility 66
    • 0Komentar

        Batam – Kepri — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri melaksanakan kegiatan patroli perairan sekaligus pertemuan perbatasan laut (Rendezvous/RV) bersama Singapore Police Coast Guard (SPCG), Rabu (13/5/26). Kegiatan tersebut dilaksanakan guna memperkuat sinergi pengamanan wilayah perbatasan laut Indonesia dan Singapura.   Patroli menggunakan KP. XXXI – 2007 dipimpin langsung oleh Dirpolairud […]

  • Kenakalan Remaja Tidak Bisa Ditangani Sendiri, Polres Indramayu Gandeng Pemda dan Sekolah

    Kenakalan Remaja Tidak Bisa Ditangani Sendiri, Polres Indramayu Gandeng Pemda dan Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kenakalan Remaja Tidak Bisa Ditangani Sendiri, Polres Indramayu Gandeng Pemda dan Sekolah Permasalahan kenakalan remaja yang semakin kompleks mendorong Polres Indramayu untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat. Langkah ini dilakukan karena penanganan kenakalan remaja dinilai tidak dapat diselesaikan hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak yang […]

expand_less