Pasukan Garbha FPU 7 MINUSCA Terima Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pasukan Garbha FPU 7 MINUSCA Terima Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo
JAKARTA – Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah menerima penghargaan Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo Subianto. Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi para personel Polri yang telah menyelesaikan penugasan internasional dalam misi pemeliharaan perdamaian.
Penghargaan tersebut disematkan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Wahyu Hadiningrat yang mewakili Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Prosesi penganugerahan berlangsung di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026). Pemberian tanda kehormatan itu dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71/TK/2026 yang ditetapkan pada 7 September 2026.
Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap para anggota Satgas FPU 7 yang telah menjalankan tugas di wilayah Afrika Tengah selama kurang lebih satu tahun. Dalam penugasan tersebut, para personel membawa tanggung jawab untuk mendukung upaya menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah misi, sekaligus mewakili Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang pemeliharaan perdamaian.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Wakapolri, pimpinan Polri menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota satgas atas pelaksanaan tugas yang dinilai membutuhkan kedisiplinan, profesionalisme, serta komitmen tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Pengabdian para personel tersebut juga disebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian di tingkat global.
Keikutsertaan personel Polri dalam misi perdamaian PBB bukan sekadar menjalankan penugasan di luar negeri. Misi tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat yang berada di wilayah terdampak konflik, sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban internasional.
Dalam sambutannya, Wakapolri menekankan bahwa keberhasilan menjalankan misi perdamaian merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan kepedulian para anggota terhadap situasi kemanusiaan di daerah penugasan. Para personel diharapkan dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas pengabdian ketika kembali menjalankan tugas di dalam negeri.
Ia juga mengingatkan bahwa berakhirnya penugasan di Afrika Tengah bukan berarti tanggung jawab pengabdian telah selesai. Sebaliknya, pengalaman yang diperoleh selama bertugas di lingkungan internasional diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran untuk menghadapi berbagai tantangan baru dalam pelaksanaan tugas kepolisian di Indonesia.
Keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian dunia sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya komitmen untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan bagi Indonesia dalam mendukung berbagai upaya internasional untuk menciptakan keamanan dan melindungi masyarakat sipil.
Satgas FPU 7 merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Misi tersebut beroperasi di Republik Afrika Tengah, negara di kawasan Afrika yang menghadapi tantangan keamanan dan membutuhkan dukungan internasional untuk menjaga stabilitas.
Sebelum diberangkatkan, para personel telah menjalani berbagai tahapan persiapan dan pelatihan untuk menunjang pelaksanaan tugas. Sebanyak 140 anggota Polri tergabung dalam FPU 7, terdiri atas 115 personel polisi laki-laki dan 25 personel polisi perempuan. Mereka diberangkatkan untuk menjalankan misi selama satu tahun dengan penempatan utama di Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah.
Dalam menjalankan mandatnya, personel FPU berperan mendukung keamanan, membantu perlindungan warga sipil, serta memberikan dukungan kepada pelaksanaan tugas kepolisian dalam kerangka misi PBB. Tugas tersebut membutuhkan kemampuan profesional, koordinasi yang baik, serta pemahaman terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.
Pengalaman bertugas di wilayah internasional juga menjadi sarana bagi anggota Polri untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan personel dari berbagai negara, serta memahami pendekatan pemeliharaan perdamaian yang diterapkan oleh PBB. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas personel ketika kembali bertugas di Indonesia.
Setelah Satgas FPU 7 menyelesaikan penugasannya, keberlanjutan partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian di Afrika Tengah diteruskan oleh Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA. Pergantian kontingen tersebut menjadi bagian dari kesinambungan kontribusi Polri dalam mendukung mandat PBB di negara tersebut.
Pemberian Satyalancana Bhakti Buana kepada personel FPU 7 sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, dan nama baik bangsa ketika menjalankan tugas di luar negeri. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan berakhirnya penugasan FPU 7, Polri diharapkan dapat terus mengembangkan kapasitas personel dalam menghadapi misi internasional serta memperkuat peran Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia. Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan amanat konstitusi sekaligus kontribusi Indonesia dalam mendorong terciptanya keamanan dan stabilitas global.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar