Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Eks Pimpinan Ponpes Lombok Tengah Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Eks Pimpinan Ponpes Lombok Tengah Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Eks Pimpinan Ponpes Lombok Tengah Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini memasuki tahap penyidikan. Kepolisian meningkatkan status perkara tersebut setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan gelar perkara.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, mengatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik menemukan adanya dugaan tindak pidana berdasarkan hasil penyelidikan. Penanganan perkara dilakukan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Lombok Tengah.

Menurut keterangan kepolisian, proses penyidikan dilakukan untuk mengumpulkan serta memperkuat alat bukti yang diperlukan dalam perkara tersebut. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 12 orang saksi yang terdiri atas pelapor, pihak terlapor, istri terlapor, hingga sopir. Meski telah menjalani pemeriksaan, mantan pimpinan pondok pesantren yang dikenal dengan inisial AIS atau Abah tersebut masih berstatus sebagai saksi.

Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain. Penyidik akan terus mendalami informasi yang diperoleh selama proses penyidikan, termasuk kemungkinan adanya korban lain yang belum menyampaikan laporan atau keterangan kepada pihak berwenang.

Dalam proses penanganan perkara, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti. Namun, kepolisian belum mengungkapkan secara rinci jenis barang bukti yang telah diamankan karena informasi tersebut masih menjadi bagian dari materi penyidikan. Langkah tersebut dilakukan agar proses hukum dapat berjalan tanpa mengganggu tahapan pengumpulan dan pemeriksaan alat bukti.

Perkara ini sebelumnya telah menjadi perhatian setelah muncul dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram menyebut jumlah korban yang telah melapor kepada mereka mencapai 16 orang. Dari jumlah tersebut, 12 korban telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik. Data tersebut merupakan keterangan dari LPA Mataram dan masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara.

Selain pemeriksaan terhadap saksi, kepolisian juga melakukan berbagai langkah untuk melengkapi proses penyidikan. Sebelumnya, penyidik telah menerima tambahan bukti dari pihak pendamping korban. Kepolisian menyatakan bukti-bukti tersebut akan dipelajari dan dinilai sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mantan pimpinan ponpes tersebut juga telah menjalani pemeriksaan selama sekitar sembilan jam. Berdasarkan keterangan kuasa hukumnya, pemeriksaan mencakup 52 pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual yang sebelumnya diberitakan melalui hasil investigasi media. Kuasa hukum menyatakan kliennya membantah tuduhan tersebut dan tetap berpegang pada keterangan yang telah disampaikan sebelumnya.

Kepolisian menegaskan bahwa proses hukum masih berlangsung. Status seseorang dalam perkara pidana harus mengikuti tahapan hukum dan didasarkan pada alat bukti yang diperoleh penyidik. Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati proses penyidikan serta tidak menarik kesimpulan sebelum adanya keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena menyangkut lingkungan pendidikan pesantren dan perlindungan terhadap anak. Pemerintah daerah serta pihak terkait diharapkan memastikan hak pendidikan dan keamanan para santri tetap terlindungi selama proses hukum berlangsung.

Kementerian Agama wilayah NTB sebelumnya menyatakan akan melakukan koordinasi dan pengecekan langsung terkait informasi dugaan kekerasan seksual tersebut. Kemenag juga menegaskan pentingnya memastikan keamanan serta hak pendidikan para santri tetap terpenuhi, sembari menghormati proses hukum dan prinsip praduga tak bersalah.

Dengan naiknya perkara ke tahap penyidikan, penyidik kini memiliki ruang untuk melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap berbagai keterangan, alat bukti, dan fakta yang ditemukan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan serta kecukupan alat bukti yang diperoleh selama proses penyidikan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhub Bakal Panggil Operator KM Mutiara Sentosa II

    Kemenhub Bakal Panggil Operator KM Mutiara Sentosa II

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kemenhub Bakal Panggil Operator KM Mutiara Sentosa II Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan memanggil operator KM Mutiara Sentosa II sebagai tindak lanjut atas insiden kebakaran kapal yang terjadi di perairan utara Madura. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi pelaksanaan standar operasional keselamatan pelayaran yang diterapkan oleh operator kapal. […]

  • Sempat Kabur Usai Selundupkan 113 Kilogram Sabu, Kurir Narkoba Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi

    Sempat Kabur Usai Selundupkan 113 Kilogram Sabu, Kurir Narkoba Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sempat Kabur Usai Selundupkan 113 Kilogram Sabu, Kurir Narkoba Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi Upaya aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika kembali membuahkan hasil setelah seorang kurir narkoba yang sebelumnya sempat melarikan diri usai membawa 113 kilogram sabu akhirnya berhasil ditangkap. Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pengungkapan jaringan peredaran narkotika berskala besar yang diduga beroperasi lintas […]

  • Korbrimob BKO Polda NTT Layani dan Data Bantuan Logistik bagi Warga Terdampak Gempa

    Korbrimob BKO Polda NTT Layani dan Data Bantuan Logistik bagi Warga Terdampak Gempa

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Korbrimob BKO Polda NTT Layani dan Data Bantuan Logistik bagi Warga Terdampak Gempa Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri yang diperbantukan atau BKO kepada Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gempa. Selain membantu kebutuhan warga di lokasi terdampak, personel juga melakukan pendataan terhadap bantuan logistik yang diberikan kepada masyarakat. Kegiatan […]

  • Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Wakapolri Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Yatim

    Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Wakapolri Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • visibility 40
    • 0Komentar

      Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Wakapolri Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Yatim Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Dedi Prasetyo, meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud yang berada di lingkungan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri di Lembang, Jawa Barat. Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi momentum […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Panen 10 Ton Ikan dan Udang di Muara Gembong

    Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Panen 10 Ton Ikan dan Udang di Muara Gembong

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Panen 10 Ton Ikan dan Udang di Muara Gembong Polda Metro Jaya menggelar panen raya hasil tambak di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat ketersediaan bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat. […]

  • Detik-Detik Komplotan Maling Motor Penembak Pengemudi Ojek di Jakarta Timur Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya

    Detik-Detik Komplotan Maling Motor Penembak Pengemudi Ojek di Jakarta Timur Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Detik-Detik Komplotan Maling Motor Penembak Pengemudi Ojek di Jakarta Timur Ditangkap Tim Jatanras Polda Metro Jaya Upaya pelarian dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sempat menembak seorang pengemudi ojek di kawasan Matraman, Jakarta Timur, akhirnya berakhir di tangan aparat kepolisian. Tim Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil […]

expand_less