Jelang Indonesia vs Malaysia di ASEAN Cup, Wakapolri Cek Kesiapan Pengamanan
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jelang Indonesia vs Malaysia di ASEAN Cup, Wakapolri Cek Kesiapan Pengamanan
Menjelang pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia dalam ajang ASEAN Cup 2026, Polri memastikan kesiapan pengamanan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pertandingan. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan Posko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pengamanan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pemeriksaan meliputi kesiapan sistem komando, komunikasi antarpetugas, penempatan personel, hingga langkah yang akan dilakukan apabila terjadi situasi kontinjensi selama rangkaian pertandingan berlangsung.
Dalam pengamanan ASEAN Cup 2026, Polri menyiapkan sebanyak 5.250 personel yang ditempatkan di wilayah Jakarta dan Bandung. Kekuatan tersebut terdiri atas 3.834 personel dari Polda Metro Jaya dan 1.705 personel dari Polda Jawa Barat. Selain itu, tujuh Satuan Setingkat Kompi (SSK) disiapkan untuk bertugas di lapangan, sementara 21 SSK lainnya berada dalam posisi siaga sebagai pasukan cadangan.
Selain kekuatan personel, pengamanan juga didukung lebih dari 6.000 titik kamera pengawas atau CCTV serta tiga unit drone. Penggunaan berbagai perangkat tersebut ditujukan untuk membantu petugas memantau kondisi di sejumlah lokasi dan memperoleh gambaran situasi secara lebih cepat sebagai bahan pengambilan keputusan.
Wakapolri menekankan bahwa pelaksanaan pengamanan tidak semata-mata berfokus pada kelancaran pertandingan. Aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang hadir juga menjadi perhatian utama. Karena itu, setiap personel diminta menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan humanis sesuai kewenangan serta prosedur yang berlaku.
Dedi juga meminta jajaran kepolisian mengutamakan komunikasi, pemberian imbauan, pencegahan, serta pendekatan persuasif dalam menghadapi berbagai situasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga suasana pertandingan tetap aman dan tertib sekaligus memastikan setiap tindakan aparat dilakukan berdasarkan aturan.
Dalam menghadapi kemungkinan situasi kontinjensi di dalam stadion, Wakapolri menegaskan adanya ketentuan khusus mengenai penggunaan kekuatan. Salah satunya adalah larangan penggunaan gas air mata di dalam stadion. Pembagian kewenangan antara penyelenggara dan aparat keamanan juga telah ditetapkan, dengan area dalam stadion menjadi tanggung jawab penyelenggara, sedangkan aparat kepolisian menjalankan pengamanan di area luar sesuai pembagian tugas.
Pengamanan terhadap kontingen peserta pertandingan juga dilakukan secara melekat. Setiap kontingen akan mendapatkan pendampingan dari satu Liaison Officer (LO) dari Divisi Hubungan Internasional Polri. Pendampingan tersebut dilakukan untuk mendukung aspek keamanan selama para atlet berada di lokasi akomodasi maupun dalam rangkaian kegiatan pertandingan.
Pola pengamanan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lokasi serta potensi gangguan yang mungkin muncul. Selain menjaga keamanan di sekitar stadion, petugas juga memperhatikan potensi gangguan lain, termasuk kegiatan unjuk rasa dan ancaman terorisme. Seluruh langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari pemetaan risiko selama pelaksanaan ASEAN Cup 2026.
Kaposko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 Brigjen Pol. Joko Sulistio menjelaskan bahwa sistem komando yang diterapkan memungkinkan pimpinan memperoleh gambaran situasi dan posisi personel secara cepat. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pengamanan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Wakapolri juga meminta agar setiap pelaksanaan pengamanan menjadi bahan evaluasi bagi operasi berikutnya. Menurutnya, pengalaman dari setiap pertandingan maupun kegiatan berskala besar perlu dicatat, baik hal-hal yang telah berjalan dengan baik maupun aspek yang masih membutuhkan perbaikan.
Operasi Garuda Bhakti 2026 disiapkan untuk mengamankan seluruh rangkaian ASEAN Cup 2026, termasuk pertandingan Indonesia menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Melalui kesiapan personel, sistem pemantauan, komunikasi, serta koordinasi antarpihak, pengamanan diarahkan agar pertandingan dapat berlangsung dengan tertib dan masyarakat dapat mengikuti jalannya kegiatan dengan aman dan nyaman.
Nama Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar