Polri Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Gempa NTT
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Polri kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirim melalui jalur udara sebagai bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Polri melalui Direktorat Kepolisian Udara Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara Korpolairud) Baharkam Polri mengangkut sekitar 1,44 ton bantuan menggunakan pesawat CN-295 P-4501. Bantuan diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo.
Logistik yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan penting bagi masyarakat terdampak. Di antaranya 14 koli obat-obatan dengan berat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 kasur lipat dengan berat 420 kilogram. Total bantuan yang dikirim dalam penerbangan tersebut mencapai 1.440 kilogram.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa pengiriman menggunakan jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan menuju wilayah yang membutuhkan. Menurutnya, percepatan distribusi menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi di tengah proses penanganan bencana.
Pengiriman bantuan kemudian kembali dilakukan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pesawat CN-295 P-4501 kembali membawa bantuan dari Surabaya menuju Labuan Bajo dengan total berat mencapai 2.102 kilogram. Bantuan tersebut antara lain berupa 130 kasur busa lipat dengan berat 420 kilogram serta pakaian yang dikemas dalam 38 karung besar dengan total berat 1.682 kilogram.
Selain mengirimkan logistik, Polri juga mengerahkan personel untuk membantu proses penanganan bencana di NTT. Sebanyak 236 personel bantuan bawah kendali operasi (BKO) telah dikirim ke Polda NTT. Mereka memiliki berbagai kemampuan, termasuk pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, dukungan K9, trauma healing, pengamanan, serta membantu pendistribusian bantuan kepada warga terdampak.
Dukungan kemanusiaan yang diberikan Polri juga mencakup bantuan logistik dalam jumlah besar. Secara keseluruhan, Polri telah mengirimkan sekitar 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri serta lima Polda jajaran. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, pakaian, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Sebelumnya, pada 18 Agustus 2026, Kapolri juga menyalurkan ribuan paket bantuan sosial kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan tersebut terdiri atas 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, serta 36 boks obat-obatan.
Untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan, Polri tidak hanya mengandalkan pesawat CN-295. Bantuan juga didistribusikan menggunakan Helikopter Bell 429 P-3202. Pada 19 Agustus 2026, helikopter tersebut membawa sekitar 100 kilogram logistik dari Labuan Bajo menuju Pacuan Kuda Reo, Kabupaten Manggarai. Bantuan yang diangkut mencakup makanan dan berbagai perlengkapan kebutuhan sehari-hari serta tempat tidur.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Kehadiran personel di lapangan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga mendukung proses pemulihan secara bertahap setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.
Penyaluran bantuan melalui berbagai jalur tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang berkelanjutan. Dengan distribusi logistik, pengerahan personel, serta pelayanan kemanusiaan yang dilakukan secara bertahap, diharapkan masyarakat terdampak dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama menghadapi masa pemulihan.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar