Polri Tanam Bawang Putih di 14 Daerah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Tanam Bawang Putih di 14 Daerah
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turut mengambil bagian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih di sejumlah wilayah Indonesia. Program tersebut dilakukan dengan melibatkan kelompok tani dan menjadi bagian dari langkah mendorong peningkatan produksi bawang putih dalam negeri.
Pengembangan komoditas bawang putih tersebut telah dimulai sejak 2025 melalui kerja sama antara Polri dan kelompok tani. Hingga 2026, kerja sama tersebut telah berkembang dengan total lahan mencapai sekitar 948 hektare. Dari lahan tersebut, capaian panen basah tercatat sekitar 9.480 ton. Salah satu lokasi pengembangan berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan lahan sekitar 6 hektare yang tersebar di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, serta Kecamatan Cugenang.
Keterlibatan Polri dalam pengembangan pertanian diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan produksi, tetapi juga membantu memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat daerah. Kolaborasi dengan kelompok tani menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendorong aktivitas pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Bawang putih merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki permintaan tinggi di dalam negeri. Karena itu, peningkatan produksi domestik menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Pemerintah sendiri tengah mendorong pengembangan bawang putih secara lebih luas untuk mencapai target swasembada dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam pengembangannya, keberhasilan budidaya bawang putih membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari ketersediaan lahan yang sesuai, kualitas benih, penerapan teknologi pertanian, pendampingan kepada petani, hingga pengelolaan hasil panen. Sinergi antara pemerintah, aparat, kelompok tani, dan pihak terkait menjadi penting agar program pengembangan dapat berjalan secara konsisten.
Program penanaman di berbagai daerah juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengalaman dan kapasitas petani dalam mengembangkan bawang putih. Dengan pendampingan yang tepat, produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan sehingga hasil pertanian mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk memperkuat produksi pangan nasional di tengah masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih. Pemerintah sebelumnya menyebut lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih berasal dari impor dan menargetkan peningkatan produksi dalam negeri secara bertahap.
Melalui pengembangan di 14 daerah, Polri diharapkan dapat terus memperluas kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain membantu meningkatkan produksi komoditas strategis, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan sektor pertanian yang semakin produktif dan mampu mendukung perekonomian daerah.
Ke depan, keberlanjutan program menjadi faktor penting agar lahan yang telah dikembangkan dapat terus menghasilkan dan memberikan manfaat bagi petani. Penguatan pendampingan, penggunaan teknologi yang sesuai, serta pengelolaan hasil panen secara baik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar