Puan Maharani Berduka atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Soroti Minimnya Keselamatan Transportasi Laut
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPR RI Puan Maharani.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Puan Maharani Berduka atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Soroti Minimnya Keselamatan Transportasi Laut
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Menurutnya, tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa sistem keselamatan dan keamanan transportasi laut di Indonesia masih memerlukan perhatian serta pembenahan yang serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Puan menilai kecelakaan yang menimpa KM Mutiara Sentosa II bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah insiden transportasi laut kembali terjadi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kapal tenggelam, kebakaran kapal, hingga kecelakaan yang dipicu oleh cuaca buruk maupun dugaan kelalaian dalam aspek keselamatan pelayaran. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan mendasar yang harus segera dibenahi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut sebagai sarana mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Oleh karena itu, setiap kapal yang beroperasi wajib memenuhi seluruh standar keselamatan, mulai dari kelengkapan alat penyelamat, kondisi kapal yang laik laut, hingga keakuratan data manifes penumpang.
Puan juga menyoroti masih ditemukannya persoalan terkait perbedaan data manifes dengan jumlah penumpang di lapangan. Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena dapat menghambat proses evakuasi maupun pencarian korban apabila terjadi kecelakaan. Pemerintah bersama operator kapal diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan penumpang agar seluruh informasi yang dimiliki benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, ia meminta pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, operator pelayaran, serta seluruh instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap standar operasional kapal penumpang. Pemeriksaan kelayakan kapal, kesiapan awak kapal, prosedur keselamatan, hingga ketersediaan perlengkapan darurat harus dilakukan secara berkala agar seluruh armada yang beroperasi benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan.
Di sisi lain, DPR RI juga berkomitmen untuk mengawal evaluasi terhadap insiden tersebut. Komisi V DPR berencana memanggil Kementerian Perhubungan, KNKT, Pelindo, serta pihak operator kapal guna mendalami penyebab kebakaran dan memastikan adanya langkah konkret dalam memperbaiki sistem keselamatan transportasi laut nasional. Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan kebijakan yang mampu menekan angka kecelakaan pelayaran di masa mendatang.
Puan menegaskan bahwa masyarakat menggunakan transportasi laut bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah kepulauan. Karena itu, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman, nyaman, dan sesuai standar keselamatan internasional. Ia berharap tragedi KM Mutiara Sentosa II menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh sehingga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut dapat terus meningkat.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar