Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Nasib Korban TPPO di Maroko: Gaji Rp 10 Juta Tak Sesuai Janji, Malah Diberi Pekerjaan Berlipat

Nasib Korban TPPO di Maroko: Gaji Rp 10 Juta Tak Sesuai Janji, Malah Diberi Pekerjaan Berlipat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nasib Korban TPPO di Maroko: Gaji Rp 10 Juta Tak Sesuai Janji, Malah Diberi Pekerjaan Berlipat

Nasib sejumlah warga negara Indonesia yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Maroko menjadi perhatian publik setelah mereka mengungkap kondisi kerja yang jauh berbeda dari janji saat proses perekrutan. Para korban mengaku awalnya ditawari pekerjaan dengan penghasilan sekitar Rp10 juta per bulan serta beban kerja yang dinilai ringan. Namun, setelah tiba di negara tujuan, kenyataan yang mereka hadapi justru bertolak belakang dengan informasi yang diterima sebelum keberangkatan.

Berdasarkan pengakuan para korban, mereka diwajibkan menjalankan pekerjaan dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan kesepakatan awal. Selain harus bekerja dalam waktu yang panjang, mereka juga diminta menyelesaikan berbagai tugas tambahan tanpa adanya penyesuaian upah. Kondisi tersebut membuat para pekerja mengalami tekanan fisik maupun mental karena beban pekerjaan terus bertambah, sementara hak-hak mereka tidak terpenuhi sebagaimana dijanjikan sebelumnya.

Para korban juga mengaku mengalami kesulitan untuk menyampaikan keluhan kepada pihak yang merekrut maupun kepada pemberi kerja. Sebagian di antaranya merasa tidak memiliki pilihan selain tetap bekerja karena berada di negara asing dengan keterbatasan bahasa, minimnya informasi mengenai perlindungan hukum, serta ketergantungan terhadap pihak yang memfasilitasi keberangkatan mereka.

Kasus tersebut kembali menunjukkan bahwa modus perdagangan orang masih sering menggunakan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri untuk menarik minat calon pekerja. Setelah berada di negara tujuan, para korban diduga mengalami eksploitasi melalui penambahan beban kerja, ketidaksesuaian upah, hingga pembatasan kebebasan yang membuat mereka sulit keluar dari situasi tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui berbagai instansi terkait terus melakukan koordinasi guna memberikan pendampingan dan perlindungan kepada warga negara yang diduga menjadi korban TPPO. Langkah-langkah tersebut meliputi komunikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri, pendataan korban, pemberian bantuan hukum, hingga upaya pemulangan apabila seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.

Pengamat ketenagakerjaan menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa melalui prosedur resmi. Calon pekerja migran diimbau memastikan perusahaan penyalur memiliki izin yang sah, memahami isi kontrak kerja secara menyeluruh, serta tidak mudah tergiur oleh janji penghasilan besar yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kasus yang dialami para korban di Maroko menjadi pengingat penting bahwa perlindungan terhadap pekerja migran harus terus diperkuat. Selain penegakan hukum terhadap pelaku TPPO, edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara legal dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah semakin banyak warga yang menjadi korban eksploitasi dengan modus perekrutan pekerjaan.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

  • Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis

    Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis Peristiwa penusukan yang terjadi di lingkungan sebuah rumah sakit menggemparkan masyarakat setelah seorang petugas satuan pengamanan (satpam) diduga menikam petugas hemodialisis atau cuci darah hingga mengalami luka berat dan sempat berada dalam kondisi kritis. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah […]

  • Tegakkan Disiplin, Polresta Cirebon Bersama Bidpropam Polda Jabar Gelar Gaktibplin dan Tes Urine Mendadak

    Tegakkan Disiplin, Polresta Cirebon Bersama Bidpropam Polda Jabar Gelar Gaktibplin dan Tes Urine Mendadak

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Komitmen kuat dalam menjaga disiplin dan profesionalisme anggota Polri terus ditunjukkan oleh Polresta Cirebon melalui pelaksanaan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang digelar bersama Bidpropam Polda Jawa Barat bagi seluruh personel Polresta Cirebon, Selasa (05/05/2026) di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubbid Provos Polda Jabar, AKBP Yanna Nurhandiana, S.H., S.I.K., M.Si., […]

  • Harga Emas Perhiasan 31 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Harga di Raja Emas dan Laku Emas

    Harga Emas Perhiasan 31 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Harga di Raja Emas dan Laku Emas

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Harga Emas Perhiasan 31 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Harga di Raja Emas dan Laku Emas Harga emas perhiasan pada Jumat, 31 Juli 2026, terpantau relatif stabil di sejumlah gerai penjualan emas, termasuk Raja Emas dan Laku Emas. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, baik yang ingin membeli perhiasan untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai bentuk investasi […]

  • Viral Tangisan Driver Ojol Saat Motor Diangkut Petugas, Sudinhub Jakarta Timur Datangi Kediamannya di Bekasi

    Viral Tangisan Driver Ojol Saat Motor Diangkut Petugas, Sudinhub Jakarta Timur Datangi Kediamannya di Bekasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Viral Tangisan Driver Ojol Saat Motor Diangkut Petugas, Sudinhub Jakarta Timur Datangi Kediamannya di Bekasi Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) menangis saat sepeda motornya diangkut petugas menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Dalam video tersebut, pengemudi terlihat tidak kuasa menahan kesedihan ketika kendaraan yang menjadi sumber penghasilannya dibawa […]

  • Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan, Polresta Cirebon Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Bersama Presiden RI dan Kapolri

    Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan, Polresta Cirebon Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Bersama Presiden RI dan Kapolri

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

      CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmen jajaran Polresta Cirebon dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama Presiden RI dan Kapolri, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan nasional tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh […]

  • Datang ke Loket SKCK Satu Atap, Warga Apresiasi Pelayanan Polda Metro Jaya

    Datang ke Loket SKCK Satu Atap, Warga Apresiasi Pelayanan Polda Metro Jaya

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • visibility 37
    • 0Komentar

      Jakarta — Pengalaman baik dirasakan Aldiansyah saat mengurus SKCK melalui aplikasi Polri dan melanjutkan proses pelayanan di Loket SKCK Satu Atap Polda Metro Jaya pada Rabu (13/5/2026). Ia menilai proses pembuatan SKCK berjalan cukup cepat dan pelayanan petugas berlangsung baik. “Saya Aldiansyah ingin memberi penilaian terhadap pelayanan pembuatan SKCK Polda Metro Jaya. Saya membuat […]

expand_less