Pramono: Kepercayaan Dunia Usaha Membuat Proyek Strategis Jakarta Tidak Bergantung pada APBD
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pramono dalam acara silaturahmi DPRD DKI Jakarta bersama anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Kamis (30/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pramono: Kepercayaan Dunia Usaha Membuat Proyek Strategis Jakarta Tidak Bergantung pada APBD
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa meningkatnya kepercayaan kalangan pengusaha terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan sejumlah proyek strategis dapat direalisasikan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta mampu membuka peluang pembiayaan alternatif sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa memberikan beban yang besar terhadap keuangan daerah.
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI saat ini terus mengembangkan berbagai skema pembiayaan kreatif atau creative financing. Melalui mekanisme tersebut, proyek-proyek pembangunan ruang publik, taman kota, hingga infrastruktur dapat didukung oleh pihak swasta tanpa harus menggunakan seluruh anggaran yang berasal dari APBD. Pendekatan ini dinilai menjadi solusi dalam mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kesehatan fiskal daerah.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah revitalisasi Taman Semanggi. Proyek tersebut dapat direalisasikan melalui kerja sama dengan perusahaan swasta yang memberikan dukungan pembiayaan sekitar Rp135 miliar. Meski melibatkan pihak swasta, nama kawasan tetap dipertahankan sebagai Taman Semanggi dengan penambahan identitas perusahaan sebagai bentuk kerja sama. Langkah tersebut dinilai mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ruang terbuka hijau yang menjadi bagian penting dari wajah Ibu Kota.
Menurut Pramono, keberhasilan menarik investasi swasta tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap tata kelola pemerintahan di Jakarta. Transparansi dalam pengelolaan anggaran, kepastian regulasi, serta kemudahan koordinasi menjadi faktor yang mendorong perusahaan bersedia berpartisipasi dalam mendukung pembangunan kota. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih fokus mengalokasikan APBD untuk sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, transportasi, dan pelayanan publik lainnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta bukan berarti mengurangi peran APBD, melainkan menciptakan sumber pembiayaan baru yang lebih efisien. Pemanfaatan dana di luar APBD diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai proyek strategis sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik yang dapat dinikmati masyarakat Jakarta dalam waktu lebih singkat.
Pramono juga menilai bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kepercayaan yang dibangun antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov DKI berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap kerja sama investasi agar seluruh pihak memperoleh manfaat secara adil serta pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha dalam berbagai proyek strategis yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan dukungan investasi swasta dan pengelolaan keuangan daerah yang sehat, Jakarta diharapkan mampu mempercepat pembangunan tanpa mengandalkan APBD sebagai satu-satunya sumber pembiayaan.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar