Aktivitas Galian Tanah Picu Kemacetan dan Kerusakan Jalan, Warga Wibawamulya Cibarusah Geram
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI – Gelombang kemarahan melanda warga Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, akibat maraknya aktivitas penggalian tanah yang berlangsung di lingkungan mereka.
Kegiatan tersebut dinilai sangat merugikan karena telah merusak fasilitas jalan umum, memicu kepadatan lalu lintas yang parah, serta menciptakan kondisi permukaan jalan yang licin dan membahayakan, khususnya di jalur menuju kawasan Cikangkara.
Keluhan dan rasa ketidakpuasan warga semakin memuncak seiring memburuknya kondisi jalan utama yang menjadi urat nadi akses pergerakan sehari-hari. Sisa tanah dan lumpur hasil penggalian sering terbawa hingga ke badan jalan, mengubah permukaan aspal menjadi becek dan sangat licin.
Kondisi ini tidak sekadar mengganggu kenyamanan berlalu lintas, melainkan telah mengancam keselamatan para pengguna jalan, di mana banyak pengendara sepeda motor yang hingga kini kerap mengalami kecelakaan akibat tergelincir.
Dampak negatif lain yang sangat terasa adalah tersendatnya arus lalu lintas secara signifikan. Jalan raya yang seharusnya leluasa dilalui kini menyempit akibat tumpukan material tanah di sisi jalan, ditambah tingginya frekuensi lintasan kendaraan berat dan truk pengangkut tanah yang bergerak dengan kecepatan lambat.
Akibatnya, antrean kendaraan terbentuk panjang di berbagai titik, dan waktu tempuh perjalanan warga menjadi jauh lebih lama dibandingkan kondisi normalnya.
“Kami sudah benar-benar tidak tahan dengan situasi ini. Setiap hari pasti macet, jalanan penuh lumpur dan kotor, serta sangat licin hingga banyak pengendara yang jatuh.
Sampai kapan kondisi ini berlanjut? Kapan aktivitas ini dihentikan atau setidaknya dikelola dengan cara yang benar dan bertanggung jawab?” ungkap salah satu warga dengan nada kesal, Selasa (5/5/2026).
Merespons kondisi yang meresahkan ini, warga menuntut agar pihak pengelola atau pelaku usaha galian tanah segera melakukan tindakan perbaikan yang nyata.
Penanganan yang diminta meliputi pembersihan jalan secara berkala serta penyiraman permukaan jalan agar terhindar dari debu berlebih sekaligus mengurangi tingkat kelicinan.
Warga juga memohon campur tangan pihak berwenang, baik kepolisian maupun dinas teknis terkait, agar segera turun menertibkan kegiatan tersebut.
Harapannya, aktivitas ini dapat berjalan tertib dan tidak lagi merugikan kepentingan umum, sehingga masyarakat kembali mendapatkan akses jalan yang aman dan layak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak pengelola kegiatan maupun perwakilan pemerintah daerah terkait keluhan yang disuarakan oleh warga Desa Wibawamulya tersebut.
Wartawan by Hendrik.
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar