Kecelakaan Maut KA Argo Bromo di Grobogan: 4 Orang Meninggal Dunia, 5 Luka-luka
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GROBOGAN – Sebuah peristiwa nahas mengguncang wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ketika Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang melayani rute perjalanan Jakarta–Surabaya dikabarkan terlibat dalam insiden tabrakan dengan kendaraan bermotor (KBM) di kawasan perlintasan kereta api Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, pada hari ini. Peristiwa tragis ini memakan korban jiwa serta menimbulkan korban luka-luka yang membutuhkan penanganan medis segera.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, insiden naas tersebut menelan korban meninggal dunia sebanyak 4 orang. Satu di antaranya telah teridentifikasi secara jelas, yakni seorang anak kecil bernama Pipi, berusia 8 tahun.
Sementara itu, tiga korban lainnya yang meninggal dunia hingga saat ini belum dapat diketahui identitas jati dirinya secara lengkap, dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Keempat jenazah tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Pulokulon 1 guna keperluan identifikasi serta proses penanganan selanjutnya.
Di sisi lain, terdapat lima orang yang beruntung dapat selamat meski sebagian di antaranya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam. Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah Kardi (50 tahun), yang beragama Islam dan berprofesi sebagai Perangkat Desa Mlowokarangtalun, beralamat di Dusun Prau, Desa Mlowokarangtalun. Kardi diketahui berperan sebagai pengemudi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Selain Kardi, korban selamat lainnya yang telah teridentifikasi adalah Darwati (50 tahun) dan Jakinem (70 tahun). Adapun dua korban selamat lainnya hingga saat ini identitasnya belum diketahui secara rinci.
Mengenai penanganan pasca kejadian, para korban yang berhasil diselamatkan telah segera mendapatkan pertolongan pertama.
Satu orang di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif, sementara empat orang lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Pulokulon 1.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam guna menelusuri kronologi kejadian yang sebenarnya serta faktor-faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan fatal ini.
Pihak kepolisian dan terkait juga terus berupaya melengkapi data identitas seluruh korban guna dapat segera diinformasikan kepada keluarga dan masyarakat luas.
Wartawan Ahmad Musyafaq
Editor Arikel by Mas Tarrno
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar