Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI dan Pendidikan Karakter bagi Siswa Sekolah Dasar
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI dan Pendidikan Karakter bagi Siswa Sekolah Dasar
JAKARTA – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, mendorong pengenalan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada siswa sejak jenjang sekolah dasar. Upaya tersebut disampaikan dalam program Polisi Peduli Pendidikan di SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru, Jakarta, pada 18 Oktober 2026. Menurut Dadang, pemahaman teknologi sejak dini perlu diimbangi dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu, serta pembentukan karakter anak.
Dalam kegiatan tersebut, Dadang mengajak para guru untuk memanfaatkan laboratorium AI sebagai sarana pembelajaran yang mendukung pengenalan teknologi kepada siswa. Fasilitas itu diharapkan dapat membantu anak memahami perkembangan teknologi secara bertahap sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi dan memperluas wawasan mereka.
Dadang menilai bahwa penguasaan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Ia menyampaikan pesan, “Siapa yang menguasai teknologi, akan menguasai dunia.” Pernyataan tersebut menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu memahami dan mengikuti perkembangan teknologi melalui proses pendidikan yang sesuai dengan usia mereka.
Meski demikian, pengenalan AI kepada siswa sekolah dasar perlu dilakukan melalui metode yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami. Anak-anak dapat didorong untuk mengajukan pertanyaan, mencoba memahami cara kerja teknologi, serta mengeksplorasi pengetahuan melalui kegiatan belajar yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pertanyaan sederhana, seperti bagaimana sebuah mesin dapat berbicara, dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan konsep teknologi sekaligus melatih pola pikir logis.
Dadang juga mengingatkan para pendidik agar tidak membebani siswa dengan materi pembelajaran yang terlalu padat. Proses belajar, menurutnya, perlu disusun secara terarah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Pengulangan materi dengan pendekatan yang tepat dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih baik, tanpa menghilangkan kesempatan mereka untuk bertanya dan mengembangkan rasa ingin tahu.
Selain menekankan literasi teknologi, Kapolda Metro Jaya turut menyoroti pentingnya pendidikan agama yang mengedepankan pemahaman terhadap makna ajaran. Dalam pembelajaran Al-Qur’an, misalnya, siswa tidak hanya diarahkan untuk menghafal atau membaca, tetapi juga diperkenalkan pada arti kata demi kata serta hukum tajwid. Pendekatan tersebut diharapkan membantu anak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dadang, kemajuan pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Sekolah tidak hanya memiliki peran dalam meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga dalam membiasakan siswa bersikap saling menghormati, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat menjadi bagian dari pendidikan yang lebih menyeluruh, bukan sekadar penguasaan keterampilan teknis.
Perhatian terhadap karakter anak juga berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Dadang mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan menghormati teman serta menjauhi tindakan perundungan atau bullying. Siswa juga perlu merasa aman untuk menyampaikan persoalan yang membuat mereka tidak nyaman kepada guru maupun orang tua, sehingga masalah yang muncul dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Dalam kesempatan itu, Dadang menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lingkungan pendidikan diharapkan dapat memperkenalkan sosok polisi sebagai sahabat anak yang siap memberikan perlindungan dan pertolongan. Ia juga mengingatkan keberadaan layanan Polisi 110 yang dapat digunakan masyarakat untuk meminta bantuan dalam keadaan darurat.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan bahwa program Polisi Peduli Pendidikan merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mendekatkan diri kepada anak-anak. Program tersebut sekaligus ditujukan untuk mendukung peran guru dan orang tua dalam membentuk generasi yang memiliki karakter baik, pengetahuan yang memadai, serta kepedulian terhadap sesama.
Budi menegaskan bahwa rasa aman bagi anak tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan komunikasi dan kerja sama antara orang tua, guru, lingkungan sekitar, serta kepolisian. Ketika anak merasa didengar dan berani menceritakan persoalan yang dihadapi, permasalahan dapat diketahui lebih awal sehingga pendampingan dan bantuan yang diperlukan bisa diberikan secara tepat.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Metro Jaya berharap sekolah dapat terus berkembang sebagai ruang belajar yang mendukung pengetahuan, kreativitas, dan pembentukan karakter siswa. Pengenalan AI sejak sekolah dasar menjadi salah satu bagian dari upaya mempersiapkan anak menghadapi perkembangan teknologi, dengan tetap memperhatikan nilai moral, keselamatan, dan kemampuan menggunakan teknologi secara bijaksana.
Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan pembelajaran yang sesuai usia, penguatan pendidikan karakter, serta komunikasi yang terbuka, siswa diharapkan memiliki bekal untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus membangun hubungan sosial yang sehat dan saling menghormati.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar