Polda Metro Kerahkan Tim DVI Tangani Korban Ledakan di Pasar Cimanggis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Metro Kerahkan Tim DVI Tangani Korban Ledakan di Pasar Cimanggis
TANGERANG SELATAN – Polda Metro Jaya mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk menangani identifikasi korban ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, terdapat 13 korban dalam insiden tersebut. Petugas medis dan tim terkait terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh korban terdata dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
Sebelas korban yang mengalami luka-luka mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit, yakni RS Sari Asih, RSUD Tangerang Selatan, dan RS Fatmawati. Tim Dokkes Polda Metro Jaya juga melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit untuk memantau penanganan korban sekaligus memastikan data yang dihimpun sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Tim DVI Biddokkes Polda Metro Jaya bertugas melakukan proses identifikasi terhadap dua korban meninggal dunia. Proses tersebut dilakukan melalui pencocokan data dan dokumen pendukung serta koordinasi dengan pihak keluarga agar identitas korban dapat dipastikan secara tepat.
Budi Hermanto menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas kepolisian. Pendekatan kemanusiaan dikedepankan, baik dalam proses identifikasi, koordinasi dengan keluarga korban, maupun pemantauan terhadap warga yang masih menjalani perawatan medis.
Di sisi lain, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pemeriksaan oleh tim penjinak bom. Berdasarkan keterangan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa peristiwa tersebut bukan ledakan bom.
Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas juga menemukan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram. Gas etilen umumnya digunakan dalam proses pematangan buah. Namun, kaitan tabung tersebut dengan ledakan masih perlu dipastikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan serta memeriksa temuan di lokasi untuk merekonstruksi rangkaian kejadian. Kepolisian belum menyimpulkan penyebab akhir insiden tersebut sehingga masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Ledakan tersebut menjadi perhatian karena menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sekitar lokasi kejadian. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara kepolisian, tenaga medis, rumah sakit, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan korban memperoleh pertolongan dan proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik.
Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta berharap para korban luka segera pulih. Kepolisian juga berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan berdasarkan hasil penyelidikan yang telah terverifikasi.
Hingga Kamis (15/10/2026), fokus penanganan meliputi identifikasi korban meninggal dunia, perawatan korban luka, dan pendalaman penyebab ledakan. Hasil penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai peristiwa yang terjadi di Pasar Cimanggis tersebut.
Jurnalis: Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar