Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » PBNU Apresiasi Upaya Kapolri Suyudi Berantas Narkoba, Siap Perkuat Sinergi dengan Polri

PBNU Apresiasi Upaya Kapolri Suyudi Berantas Narkoba, Siap Perkuat Sinergi dengan Polri

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PBNU Apresiasi Upaya Kapolri Suyudi Berantas Narkoba, Siap Perkuat Sinergi dengan Polri

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia. PBNU juga menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), terutama dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika dan perlindungan generasi muda dari berbagai ancaman sosial.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyusul operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan kepolisian di sejumlah kawasan rawan peredaran narkotika. Operasi tersebut antara lain menyasar Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurut Gus Ipul, langkah penindakan yang dilakukan aparat kepolisian merupakan bagian penting dalam melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ia menilai persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan keluarga serta masa depan generasi muda.

Dalam keterangan tertulis pada Minggu, 11 Oktober 2026, Gus Ipul menyampaikan bahwa PBNU menyambut baik langkah tegas Kapolri beserta jajarannya. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba perlu dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh, dan berkelanjutan agar upaya perlindungan masyarakat tidak berhenti pada operasi penindakan semata.

Gus Ipul menilai penyalahgunaan narkotika dapat menimbulkan dampak luas bagi kehidupan sosial. Selain berisiko merugikan kesehatan individu, persoalan tersebut juga dapat memengaruhi keharmonisan keluarga dan menghambat masa depan anak-anak. Karena itu, upaya pencegahan dinilai perlu mendapat perhatian yang seimbang dengan langkah penegakan hukum.

PBNU memandang bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keterlibatan keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat diperlukan untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Sebagai organisasi keagamaan yang memiliki jaringan ulama dan pesantren di berbagai daerah, PBNU menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Polri dalam memperkuat upaya pencegahan. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pendekatan sosial melalui pendidikan, pembinaan masyarakat, serta penyampaian pesan mengenai bahaya narkoba kepada generasi muda.

Gus Ipul menegaskan bahwa PBNU siap membangun sinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, upaya bersama diperlukan agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar.

Selain narkoba, PBNU juga menyoroti persoalan perjudian daring atau judi online yang dinilai membutuhkan perhatian bersama. Upaya pencegahan terhadap persoalan tersebut memerlukan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk keluarga, tokoh agama, sekolah, dan lembaga sosial, agar masyarakat memperoleh pemahaman mengenai risiko serta dampak yang dapat ditimbulkan.

Di samping mendukung pemberantasan narkoba, Gus Ipul turut menyambut positif agenda transformasi Polri yang disampaikan Kapolri Suyudi Ario Seto. Agenda tersebut mencakup pembenahan organisasi dan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Menurut Gus Ipul, transformasi institusi kepolisian perlu diwujudkan melalui perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelayanan kepolisian diharapkan semakin mudah diakses, cepat merespons kebutuhan warga, transparan, dan tidak diskriminatif. Dengan demikian, pembenahan organisasi tidak hanya terlihat dalam kebijakan internal, tetapi juga tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan aparat dalam menangani kejahatan dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kepolisian diharapkan mampu menjalankan penegakan hukum secara profesional sekaligus memberikan pelayanan yang mengedepankan kepedulian terhadap kebutuhan warga.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat, dalam pandangan Gus Ipul, perlu diterapkan melalui komunikasi terbuka dan pelayanan yang bertanggung jawab. Hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat dapat mendukung penyampaian informasi, memperkuat upaya pencegahan, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman. Namun, pelaksanaan tugas tersebut tetap harus berpedoman pada hukum dan menghormati hak-hak masyarakat.

PBNU berharap agenda pemberantasan narkoba dan transformasi Polri dapat menghasilkan perubahan nyata, baik dalam pelaksanaan program maupun budaya kerja di lingkungan kepolisian. Profesionalisme, transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan.

Dukungan PBNU tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan organisasi masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial. Penindakan terhadap dugaan tindak pidana perlu berjalan beriringan dengan edukasi, pencegahan, dan pendampingan masyarakat agar upaya perlindungan generasi muda dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Melalui sinergi dengan jaringan ulama, pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat, PBNU menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan narkoba serta berbagai ancaman sosial lainnya. Sementara itu, pelaksanaan transformasi Polri diharapkan terus berlanjut melalui peningkatan kualitas pelayanan, penegakan hukum yang adil, dan pembenahan tata kelola institusi secara berkelanjutan.

Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha

author avatar
Wafiq Qodriyatussoleha
  • Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guncangan Perang : Seluruh Sekolah Di Iran Ditutup Pembelajaran Alihkan ke Daring

    Guncangan Perang : Seluruh Sekolah Di Iran Ditutup Pembelajaran Alihkan ke Daring

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • visibility 110
    • 0Komentar

    TEHERAN – Dampak dari serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari 2026 terus terasa hingga ke sektor pendidikan. Pemerintah Iran resmi menutup seluruh institusi pendidikan di negara tersebut hingga waktu yang belum dapat ditentukan, menghentikan seluruh aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Keputusan strategis ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Iran […]

  • Update Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: Lima Orang Meninggal Dunia, 227 Penumpang Berhasil Diselamatkan

    Update Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: Lima Orang Meninggal Dunia, 227 Penumpang Berhasil Diselamatkan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Update Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: Lima Orang Meninggal Dunia, 227 Penumpang Berhasil Diselamatkan Proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Berdasarkan pembaruan data resmi dari Kantor SAR Surabaya, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang, sementara […]

  • Polri Tanam Serentak Bawang Putih di 14 Daerah di Jabar

    Polri Tanam Serentak Bawang Putih di 14 Daerah di Jabar

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • visibility 51
    • 0Komentar

      Polri Tanam Serentak Bawang Putih di 14 Daerah di Jabar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional sekaligus menjalankan program Asta Cita pemerintah. Kegiatan penanaman juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut […]

  • Polres Majalengka Amankan Prosesi Pemberangkatan Jemaah Haji Kloter 25 & 26 di BIJB Kertajati

    Polres Majalengka Amankan Prosesi Pemberangkatan Jemaah Haji Kloter 25 & 26 di BIJB Kertajati

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • visibility 71
    • 0Komentar

        BERITA POLRI INVESTIGASI I Majalengka, Polres Majalengka Polda Jabar terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan prima serta memastikan keamanan seluruh rangkaian operasional ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M. Hal ini diwujudkan melalui pengamanan intensif pada proses pemberangkatan jemaah haji Kloter 25 dan 26 yang berlangsung di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, […]

  • Menhut Tegaskan Siap Kooperatif Bantu KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuantan Singingi

    Menhut Tegaskan Siap Kooperatif Bantu KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuantan Singingi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

      Menhut Tegaskan Siap Kooperatif Bantu KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuantan Singingi Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dalam mendukung proses penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan […]

  • Sengketa Lahan Memanas, Orangtua Siswa Bentrok dengan Pihak Pesantren di Maros

    Sengketa Lahan Memanas, Orangtua Siswa Bentrok dengan Pihak Pesantren di Maros

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sengketa Lahan Memanas, Orangtua Siswa Bentrok dengan Pihak Pesantren di Maros Perselisihan terkait kepemilikan dan pengelolaan lahan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memanas hingga melibatkan orangtua siswa dan pihak pesantren. Konflik tersebut menjadi perhatian setelah terjadi benturan antara kedua pihak di tengah persoalan lahan yang hingga kini masih menjadi sumber perselisihan. Permasalahan lahan tersebut tidak […]

expand_less