PBNU Apresiasi Upaya Kapolri Suyudi Berantas Narkoba, Siap Perkuat Sinergi dengan Polri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PBNU Apresiasi Upaya Kapolri Suyudi Berantas Narkoba, Siap Perkuat Sinergi dengan Polri
JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia. PBNU juga menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), terutama dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika dan perlindungan generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyusul operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan kepolisian di sejumlah kawasan rawan peredaran narkotika. Operasi tersebut antara lain menyasar Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut Gus Ipul, langkah penindakan yang dilakukan aparat kepolisian merupakan bagian penting dalam melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ia menilai persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan keluarga serta masa depan generasi muda.
Dalam keterangan tertulis pada Minggu, 11 Oktober 2026, Gus Ipul menyampaikan bahwa PBNU menyambut baik langkah tegas Kapolri beserta jajarannya. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba perlu dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh, dan berkelanjutan agar upaya perlindungan masyarakat tidak berhenti pada operasi penindakan semata.
Gus Ipul menilai penyalahgunaan narkotika dapat menimbulkan dampak luas bagi kehidupan sosial. Selain berisiko merugikan kesehatan individu, persoalan tersebut juga dapat memengaruhi keharmonisan keluarga dan menghambat masa depan anak-anak. Karena itu, upaya pencegahan dinilai perlu mendapat perhatian yang seimbang dengan langkah penegakan hukum.
PBNU memandang bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keterlibatan keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat diperlukan untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Sebagai organisasi keagamaan yang memiliki jaringan ulama dan pesantren di berbagai daerah, PBNU menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Polri dalam memperkuat upaya pencegahan. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pendekatan sosial melalui pendidikan, pembinaan masyarakat, serta penyampaian pesan mengenai bahaya narkoba kepada generasi muda.
Gus Ipul menegaskan bahwa PBNU siap membangun sinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, upaya bersama diperlukan agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar.
Selain narkoba, PBNU juga menyoroti persoalan perjudian daring atau judi online yang dinilai membutuhkan perhatian bersama. Upaya pencegahan terhadap persoalan tersebut memerlukan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk keluarga, tokoh agama, sekolah, dan lembaga sosial, agar masyarakat memperoleh pemahaman mengenai risiko serta dampak yang dapat ditimbulkan.
Di samping mendukung pemberantasan narkoba, Gus Ipul turut menyambut positif agenda transformasi Polri yang disampaikan Kapolri Suyudi Ario Seto. Agenda tersebut mencakup pembenahan organisasi dan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Menurut Gus Ipul, transformasi institusi kepolisian perlu diwujudkan melalui perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelayanan kepolisian diharapkan semakin mudah diakses, cepat merespons kebutuhan warga, transparan, dan tidak diskriminatif. Dengan demikian, pembenahan organisasi tidak hanya terlihat dalam kebijakan internal, tetapi juga tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan aparat dalam menangani kejahatan dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kepolisian diharapkan mampu menjalankan penegakan hukum secara profesional sekaligus memberikan pelayanan yang mengedepankan kepedulian terhadap kebutuhan warga.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat, dalam pandangan Gus Ipul, perlu diterapkan melalui komunikasi terbuka dan pelayanan yang bertanggung jawab. Hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat dapat mendukung penyampaian informasi, memperkuat upaya pencegahan, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman. Namun, pelaksanaan tugas tersebut tetap harus berpedoman pada hukum dan menghormati hak-hak masyarakat.
PBNU berharap agenda pemberantasan narkoba dan transformasi Polri dapat menghasilkan perubahan nyata, baik dalam pelaksanaan program maupun budaya kerja di lingkungan kepolisian. Profesionalisme, transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan.
Dukungan PBNU tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan organisasi masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial. Penindakan terhadap dugaan tindak pidana perlu berjalan beriringan dengan edukasi, pencegahan, dan pendampingan masyarakat agar upaya perlindungan generasi muda dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Melalui sinergi dengan jaringan ulama, pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat, PBNU menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan narkoba serta berbagai ancaman sosial lainnya. Sementara itu, pelaksanaan transformasi Polri diharapkan terus berlanjut melalui peningkatan kualitas pelayanan, penegakan hukum yang adil, dan pembenahan tata kelola institusi secara berkelanjutan.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar