Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » 154 Desa di Kabupaten Bekasi Gelar Pilkades Serentak, Polda Metro Jaya Kerahkan 5.000 Personel

154 Desa di Kabupaten Bekasi Gelar Pilkades Serentak, Polda Metro Jaya Kerahkan 5.000 Personel

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

154 Desa di Kabupaten Bekasi Gelar Pilkades Serentak, Polda Metro Jaya Kerahkan 5.000 Personel

Sebanyak 154 desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada Minggu, 20 September 2026. Untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung aman dan tertib, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi dan unsur TNI menyiapkan sekitar 5.000 personel pengamanan.

Kesiapan pengamanan ditandai dengan pelaksanaan Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Wibawa Mukti Jaya 2026 yang digelar di Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (19/9/2026). Setelah apel selesai, personel langsung diarahkan menuju wilayah penugasan masing-masing sesuai dengan pola pengamanan yang telah disiapkan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan, pengerahan personel merupakan bagian dari persiapan untuk mengawal seluruh rangkaian Pilkades, terutama pada saat pemungutan dan penghitungan suara. Penempatan anggota dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta karakteristik masing-masing wilayah agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Kekuatan sekitar 5.000 personel tersebut terdiri atas personel Polres Metro Bekasi, bantuan personel dari Polda Metro Jaya dan satuan kewilayahan lainnya, Brimob, Dalmas, Raimas, Patra Brimob, serta unsur TNI. Sebanyak 795 personel TNI turut dilibatkan untuk memperkuat pengamanan pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bekasi.

Selain kekuatan yang disiapkan oleh jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyebut total personel gabungan yang dipersiapkan untuk pengamanan Pilkades mencapai 12.261 orang. Mereka terdiri dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas, dan Babinsa. Personel tersebut akan disebar di 23 kecamatan dan 17 wilayah kepolisian sektor.

Dari unsur TNI, sebanyak 430 Babinsa dikerahkan untuk membantu memonitor situasi di lokasi pemungutan suara yang tersebar di 154 desa. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memperkuat koordinasi pengamanan di tingkat wilayah sekaligus membantu memantau perkembangan situasi selama pelaksanaan pemilihan berlangsung.

Personel yang telah digeser sejak satu hari sebelum pencoblosan juga diarahkan untuk melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat serta mengenali kondisi lingkungan di sekitar tempat pemungutan suara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan petugas memahami lokasi TPS, jalur distribusi logistik, serta potensi kerawanan yang mungkin muncul selama tahapan pemilihan.

Pengamanan tidak hanya difokuskan pada saat masyarakat memberikan suara. Aparat juga melakukan pemantauan terhadap proses pergeseran dan distribusi kotak suara menuju TPS. Setelah pemungutan suara selesai, personel akan tetap berada di lapangan untuk mengawal proses penghitungan suara dan perkembangan situasi di masing-masing wilayah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa netralitas anggota Polri menjadi salah satu perhatian utama dalam pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi. Aparat kepolisian diharapkan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan dan tidak berpihak kepada calon maupun kelompok tertentu.

Netralitas tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas, aman, dan tanpa tekanan. Kepolisian juga mengajak seluruh peserta Pilkades, tim pendukung, serta masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.

Untuk memperkuat pengawasan situasi, personel TNI dan Polri juga akan melakukan patroli bersama selama proses pencoblosan hingga penghitungan suara. Patroli dilakukan untuk memonitor perkembangan keamanan secara langsung dan memastikan setiap potensi gangguan dapat segera ditangani sesuai prosedur.

Pemerintah Kabupaten Bekasi turut mendukung kesiapan pengamanan tersebut dengan memperkuat koordinasi bersama TNI dan Polri. Sinergi antarlembaga dinilai penting mengingat Pilkades Serentak dilaksanakan secara bersamaan di wilayah yang cukup luas dengan jumlah desa dan pemilih yang tersebar di berbagai kecamatan.

Masyarakat juga diimbau untuk ikut menjaga keamanan lingkungan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Perbedaan pilihan dalam Pilkades diharapkan tidak berkembang menjadi perselisihan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Dengan pengerahan ribuan personel serta koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur masyarakat, pelaksanaan Pilkades Serentak di 154 desa Kabupaten Bekasi diharapkan dapat berjalan aman dan tertib. Pengamanan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian pemungutan dan penghitungan suara selesai.

Jurnalis : Arif S

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less