Satgas Damai Cartenz Tindak Pasukan Batalyon Eden Sawi di KPU Lama Dekai, Empat Orang Meninggal Dunia
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Satgas Damai Cartenz Tindak Pasukan Batalyon Eden Sawi di KPU Lama Dekai, Empat Orang Meninggal Dunia
Personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi di kawasan Kantor KPU Lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (1/9/2026).
Penindakan tersebut dilakukan setelah aparat memperoleh informasi dari hasil penyidikan mengenai adanya rencana berkumpulnya kelompok yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi untuk melakukan konsolidasi di salah satu rumah persinggahan yang berada di kawasan tersebut.
Sekitar pukul 16.35 WIT, personel gabungan tiba di lokasi. Berdasarkan keterangan kepolisian, saat petugas memasuki kawasan tersebut terjadi gangguan tembakan dari kelompok yang diduga berada di lokasi. Aparat kemudian memberikan tembakan peringatan sebagai bagian dari upaya menghadapi situasi yang berkembang.
Menurut Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, peringatan tersebut tidak diindahkan. Sejumlah orang kemudian terlihat bergerak melarikan diri ke arah kawasan hutan sambil membawa senjata api dan masih melakukan penembakan ke arah personel. Aparat selanjutnya melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam peristiwa tersebut, empat orang yang diduga merupakan bagian dari pasukan Batalyon Eden Sawi meninggal dunia. Keempatnya kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut.
Dari hasil identifikasi awal, tiga jenazah diketahui memiliki inisial EH alias E, YK alias LY, dan M. Sementara itu, identitas satu jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Tim investigasi juga melakukan pencocokan data wajah atau face registration untuk membantu memastikan identitas secara lebih akurat.
Selain melakukan evakuasi terhadap empat orang yang meninggal dunia, petugas juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Dari kegiatan tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan kelompok tersebut, serta membawa beberapa orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Enam orang yang berada di sekitar lokasi turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Keenamnya masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS. Mereka kemudian dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan kelompok yang sedang diselidiki.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, proses pemeriksaan terhadap keenam orang tersebut masih berlangsung. Kepolisian menyatakan belum akan mengambil kesimpulan mengenai status maupun keterlibatan mereka sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan dan pendalaman selesai dilakukan.
Penindakan ini juga disebut berkaitan dengan sejumlah perkara yang sebelumnya menjadi perhatian aparat penegak hukum di wilayah Yahukimo. Salah satunya adalah perkara dugaan pembunuhan terhadap Yonathan Arruan dan Asri Obet yang terjadi pada April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Selain itu, aparat juga mengaitkan penindakan dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada Maret 2025. Perkara-perkara tersebut menjadi bagian dari pendalaman aparat dalam upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana di wilayah tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran kewilayahan melanjutkan proses penyelidikan dan pengembangan. Aparat juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi keamanan di wilayah Yahukimo untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan berikutnya.
Kepolisian menyatakan seluruh proses penanganan perkara akan terus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Informasi mengenai identitas pihak-pihak yang diamankan maupun perkembangan penyelidikan juga masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pemeriksaan dan pendalaman.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar