Polisi Jelaskan Alasan Membawa Enam Aktivis Greenpeace ke Polda Metro Jaya Usai Aksi di Bundaran HI
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Jelaskan Alasan Membawa Enam Aktivis Greenpeace ke Polda Metro Jaya Usai Aksi di Bundaran HI
JAKARTA – Polda Metro Jaya memberikan penjelasan mengenai alasan enam aktivis Greenpeace Indonesia dibawa ke Polda Metro Jaya setelah melakukan aksi membentangkan spanduk berukuran besar di Monumen Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Kepolisian menegaskan bahwa penanganan terhadap para aktivis tersebut, menurut keterangan resmi polisi, mengutamakan aspek keselamatan dan kondisi kesehatan mereka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kepolisian tidak melakukan penangkapan terhadap keenam aktivis tersebut. Ia menyebut para aktivis mengalami kondisi lemas dan pusing ketika turun dari monumen setelah melakukan aksi. Atas dasar itu, petugas menyiapkan bantuan medis untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Menurut Budi, petugas dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya bersama unit kesehatan Polres Metro Jakarta Pusat turut memberikan bantuan. Para aktivis kemudian dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Kepolisian menyatakan langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi para aktivis setelah berada di ketinggian.
Polda Metro Jaya juga menyampaikan bahwa selama berada di lingkungan kepolisian, para aktivis mendapatkan pendampingan dari pihak bantuan hukum. Budi menyebut dokumentasi kegiatan dan proses pendampingan telah disampaikan sebagai bagian dari penjelasan mengenai penanganan terhadap mereka.
Pernyataan kepolisian tersebut muncul setelah aksi Greenpeace Indonesia di Bundaran HI menarik perhatian masyarakat. Enam aktivis, yang terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki, membentangkan dua spanduk besar di bagian atas Monumen Selamat Datang. Aksi tersebut membawa pesan mengenai penanganan krisis iklim dan meningkatnya beban biaya hidup yang dirasakan masyarakat.
Salah satu spanduk memuat seruan agar pemerintah menangani krisis iklim dan menurunkan biaya hidup. Sementara itu, spanduk lainnya menyoroti dampak bencana yang dinilai semakin berat serta mempertanyakan langkah pemerintah dalam merespons persoalan tersebut. Melalui aksi itu, Greenpeace menyampaikan desakan agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan lingkungan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Enam Aktivis Dievakuasi dari Monumen
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menjelaskan bahwa seluruh aktivis berhasil dievakuasi dari atas monumen. Proses tersebut melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta petugas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk personel pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Kepolisian menyebut salah seorang aktivis perempuan terlihat lemas ketika turun dari monumen sehingga segera mendapatkan bantuan medis. Sejumlah ambulans juga disiapkan untuk mendukung proses evakuasi dan memastikan para aktivis memperoleh penanganan kesehatan.
Reynold menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas dalam penanganan peristiwa tersebut. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut perlu memperhatikan keselamatan diri, ketertiban umum, serta ketentuan yang berlaku di lokasi aksi.
Bundaran HI sendiri telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024. Karena itu, kepolisian mengingatkan pentingnya menjaga dan melindungi kawasan tersebut agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas yang dilakukan di sekitarnya.
Polisi Dalami Cara Aktivis Naik ke Atas Patung
Selain memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para aktivis, kepolisian menyatakan akan mendalami bagaimana keenam orang tersebut dapat mencapai bagian atas Monumen Selamat Datang. Salah satu langkah yang disebutkan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengetahui kronologi kejadian secara lebih terperinci.
Pendalaman tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai waktu dan proses para aktivis mencapai bagian atas monumen. Meski demikian, penjelasan mengenai pemeriksaan tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum. Penentuan lebih lanjut harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, pihak Greenpeace juga memberikan penjelasan mengenai kegiatan tersebut. Perwakilan Greenpeace menyebut para aktivis dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan awal. Pendamping hukum turut memberikan bantuan selama proses berlangsung. Dengan demikian, terdapat aspek pemeriksaan yang disampaikan pihak Greenpeace, sementara kepolisian menekankan bahwa keselamatan dan kondisi kesehatan menjadi prioritas penanganan.
Aktivis Dipulangkan Setelah Pemeriksaan
Berdasarkan pemberitaan lanjutan, keenam aktivis Greenpeace tersebut dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih delapan jam. Perwakilan tim advokasi menyampaikan bahwa mereka kembali ke rumah masing-masing pada Selasa malam, sekitar pukul 20.30 WIB.
Pemeriksaan yang disampaikan pihak pendamping hukum mencakup pendataan identitas dan permintaan keterangan mengenai kronologi aksi. Informasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan penanganan peristiwa setelah para aktivis dibawa ke Polda Metro Jaya.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan pentingnya keseimbangan antara hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kewajiban menjaga keselamatan serta kelestarian fasilitas publik. Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan risiko terhadap keselamatan peserta dan perlindungan terhadap bangunan atau kawasan yang memiliki nilai sejarah.
Publik kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari pendalaman yang dilakukan kepolisian. Informasi mengenai hasil pemeriksaan, apabila disampaikan secara resmi, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut sekaligus memperjelas aspek hukum yang berkaitan dengan aksi di Bundaran HI.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar