Kontingen Polri Dipercaya Kawal Kandidat Presiden Afrika Tengah dalam Misi Perdamaian PBB
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kontingen Polri Dipercaya Kawal Kandidat Presiden Afrika Tengah dalam Misi Perdamaian PBB
JAKARTA – Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 Polri mencatat pengalaman penting selama menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. Di tengah situasi keamanan dan dinamika politik negara tersebut, personel Indonesia mendapat kepercayaan untuk mengawal para calon presiden dan wakil presiden yang mengikuti pemilihan umum.
Kepercayaan tersebut menjadi salah satu pengalaman menonjol dalam penugasan kontingen Indonesia selama kurang lebih satu tahun di bawah misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Penugasan ini memperlihatkan peran personel Polri dalam mendukung pengamanan proses demokrasi sekaligus menjaga stabilitas di wilayah yang masih menghadapi tantangan keamanan.
Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Brigjen Pol. Tommy Wibisono, menjelaskan bahwa selama menjalankan tugas di Afrika Tengah, kontingen Indonesia tidak hanya melaksanakan patroli dan pemeliharaan keamanan. Personel juga terlibat dalam kegiatan pengamanan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan umum di negara tersebut.
Menurut Tommy, keberadaan sejumlah kontingen dari berbagai negara dalam misi MINUSCA tidak menghalangi personel Indonesia untuk memperoleh tanggung jawab penting. Kontingen Polri dipercaya membantu mengamankan para kandidat presiden dan wakil presiden yang akan mengikuti kontestasi politik untuk menentukan pemerintahan baru di Afrika Tengah.
Pengamanan terhadap para kandidat menjadi bagian penting dari upaya menjaga situasi tetap kondusif selama tahapan pemilihan berlangsung. Dalam konteks negara yang menghadapi dinamika politik dan tantangan keamanan, perlindungan terhadap peserta pemilu merupakan salah satu langkah untuk mendukung proses demokrasi agar dapat berjalan dengan aman.
Selain pengamanan pemilu, personel FPU 7 menjalankan tugas pokok dalam mendukung pemeliharaan perdamaian. Kegiatan tersebut meliputi patroli keamanan, pemantauan situasi di wilayah penugasan, serta pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat setempat. Seluruh aktivitas tersebut menjadi bagian dari kontribusi kontingen Indonesia dalam mendukung mandat misi PBB di Afrika Tengah.
Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan, personel Polwan yang tergabung dalam kontingen juga mengambil bagian dengan mendekatkan diri kepada kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan anak-anak. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan sosial yang melengkapi tugas pemeliharaan keamanan. Melalui interaksi langsung dengan warga, personel berupaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di wilayah misi.
Keterlibatan dalam kegiatan keamanan dan kemanusiaan menunjukkan bahwa tugas pasukan penjaga perdamaian tidak hanya berkaitan dengan pengamanan bersenjata. Personel juga dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat, menjalin komunikasi dengan masyarakat, serta bekerja bersama unsur internasional dalam mendukung stabilitas dan perlindungan warga sipil.
Pengalaman selama bertugas di Afrika Tengah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian personel Polri dalam misi internasional. Pelaksanaan tugas di lingkungan multinasional membutuhkan kedisiplinan, profesionalisme, kemampuan koordinasi, dan pemahaman terhadap mandat yang diberikan oleh PBB. Faktor-faktor tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan tugas secara efektif di tengah situasi yang kompleks.
Setelah menyelesaikan masa penugasan, Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 7 MINUSCA memperoleh penghargaan Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo Subianto. Penganugerahan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (19/10/2026), dan disematkan oleh Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat yang mewakili Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 71/TK/2026 yang ditetapkan pada 7 September 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan negara terhadap pengabdian personel dalam menjalankan tugas perdamaian di luar negeri, termasuk kontribusi mereka dalam mendukung keamanan dan kegiatan kemanusiaan selama berada di wilayah misi.
Brigjen Pol. Tommy Wibisono berharap pengalaman dan kontribusi personel Polri dalam misi MINUSCA dapat menjadi bekal untuk pelaksanaan tugas internasional berikutnya. Keikutsertaan Indonesia dalam operasi perdamaian juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung terciptanya ketertiban dunia melalui kerja sama multilateral di bawah naungan PBB.
Pengalaman Kontingen FPU 7 di Afrika Tengah sekaligus memperlihatkan luasnya tanggung jawab personel Polri ketika menjalankan misi internasional. Selain menjaga keamanan dan melaksanakan patroli, mereka turut mendukung pengamanan proses politik serta memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Penyelesaian misi dan penghargaan yang diterima menjadi penanda atas pengabdian kontingen dalam menjalankan tugas membawa nama Indonesia di tingkat internasional.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar