Polri Pastikan Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Bukan Bom, Tabung Gas Etilen Ditemukan di Lokasi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Pastikan Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Bukan Bom, Tabung Gas Etilen Ditemukan di Lokasi
TANGERANG SELATAN – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan ledakan yang terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, bukan berasal dari bom. Kepastian tersebut disampaikan setelah tim kepolisian melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk dengan melibatkan tim penjinak bom atau Jibom. Meski demikian, penyebab pasti ledakan yang merusak sejumlah bangunan dan menimbulkan korban jiwa itu masih dalam penyelidikan.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan hasil pemeriksaan awal tersebut pada Kamis, 15 Oktober 2026, di lokasi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan indikasi bahwa peristiwa tersebut merupakan ledakan bom. Namun, penyidik masih harus mendalami berbagai temuan di lapangan untuk mengetahui faktor yang memicu ledakan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 18.15 WIB. Ledakan terdengar di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, dan mengakibatkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan. Berdasarkan pendataan awal kepolisian, sekitar empat blok rumah toko (ruko) berlantai dua terdampak insiden tersebut.
Selain kerusakan bangunan, ledakan juga menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka. Data sementara yang disampaikan kepolisian mencatat dua orang meninggal dunia dan sekitar 11 orang mengalami luka-luka. Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit, termasuk RS Sari Asih, RS Fatmawati, dan RSUD Tangerang Selatan.
Dalam pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah tabung, termasuk tabung gas etilen dengan berat 52 kilogram. Menurut Brigjen Susatyo Purnomo Condro, gas etilen lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah. Temuan tersebut menjadi salah satu bagian yang diperiksa penyidik, tetapi belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung ledakan.
Lokasi yang mengalami kerusakan paling parah diketahui merupakan gudang penyimpanan buah. Petugas juga menemukan tumpukan pisang dalam jumlah cukup banyak di area tersebut. Berdasarkan keterangan awal saksi di sekitar lokasi, sebelum kejadian terdapat aktivitas pengemasan buah-buahan yang akan dipasok ke sejumlah pasar.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan hubungan antara aktivitas pengemasan buah, keberadaan tabung gas etilen, dan ledakan yang terjadi. Penyidik perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber ledakan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peristiwa tersebut. Karena itu, temuan awal di lokasi masih menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Brigjen Susatyo menjelaskan bahwa pemeriksaan awal telah dilakukan bersama tim Jibom. Namun, kondisi di lokasi saat itu belum memungkinkan pelaksanaan olah TKP secara menyeluruh. Untuk menjaga keamanan dan kepentingan penyelidikan, area terdampak ditutup sementara sehingga pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan setelah situasi dinilai memungkinkan.
Dalam proses berikutnya, tim gabungan kepolisian melanjutkan pemeriksaan di lokasi, termasuk dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan. Pemeriksaan forensik diperlukan untuk mengumpulkan bukti fisik, menelusuri sumber ledakan, serta memperkuat analisis mengenai penyebab insiden tersebut.
Di sisi lain, proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban juga menjadi perhatian petugas. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa upaya pencarian dan pertolongan dilakukan bersama unsur SAR serta instansi terkait. Petugas melakukan penyisiran di sekitar reruntuhan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material bangunan.
Kerusakan pada sejumlah ruko menyebabkan puing-puing bangunan berserakan di sekitar lokasi kejadian. Area tersebut juga diamankan menggunakan garis polisi untuk membatasi akses masyarakat ke titik yang sedang diperiksa. Langkah ini dilakukan guna mengurangi risiko keselamatan sekaligus menjaga agar barang bukti tidak terganggu selama proses penyelidikan berlangsung.
Ledakan di kawasan pasar menjadi perhatian karena lokasi tersebut merupakan area aktivitas perdagangan dan distribusi barang. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan terhadap faktor keselamatan di tempat penyimpanan maupun pengemasan komoditas, khususnya apabila terdapat penggunaan bahan atau tabung gas untuk keperluan operasional. Namun, penilaian mengenai penyebab dan kemungkinan adanya kelalaian dalam kejadian ini tetap harus menunggu hasil penyelidikan resmi.
Polri menegaskan bahwa kepastian ledakan bukan berasal dari bom tidak berarti penyebab insiden telah sepenuhnya terungkap. Penyelidikan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan bagaimana ledakan terjadi, menelusuri keterkaitan berbagai temuan di TKP, serta memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian peristiwa yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan bangunan tersebut.
Hingga Kamis, 15 Oktober 2026, fokus penanganan masih mencakup pemeriksaan forensik, pengumpulan keterangan saksi, pendataan korban, dan penelusuran penyebab ledakan. Kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing untuk mengungkap peristiwa di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, secara menyeluruh.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar