Tim SAR Brimob Polda Jabar Padamkan Kebakaran TPA Pasir Bajing Garut, Api Berhasil Dikendalikan dalam Penanganan Terpadu
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tim SAR Brimob Polda Jabar Padamkan Kebakaran TPA Pasir Bajing Garut, Api Berhasil Dikendalikan dalam Penanganan Terpadu
GARUT – Tim Search and Rescue (SAR) Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jawa Barat bersama petugas gabungan berhasil memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Proses pemadaman dilakukan secara terpadu dengan menyasar sejumlah titik api yang masih menyala untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi risiko terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitar lokasi.
Penanganan kebakaran tersebut melibatkan satu Satuan Setingkat Regu (SSR) Tim SAR Kompi 1 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat. Personel diterjunkan untuk membantu upaya pemadaman bersama unsur terkait. Operasi di lapangan dipimpin oleh Komandan Regu Aiptu Sarip Hidayat dengan fokus memastikan titik-titik api yang tersisa dapat ditangani secara menyeluruh.
Sebelum bergerak menuju lokasi, personel Brimob melaksanakan apel pengecekan kekuatan dan kelengkapan peralatan pada pukul 08.00 WIB. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan anggota serta perlengkapan yang dibutuhkan selama operasi. Kesiapan personel menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di lokasi kebakaran, terutama ketika petugas harus bekerja secara bergantian dan berkoordinasi dengan tim lainnya.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung mengikuti apel gabungan penanganan kebakaran. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Banyuresmi, Kompol Aben Nurhidayat, S.H., M.A.P. Dalam koordinasi tersebut, unsur-unsur yang terlibat menyelaraskan langkah penanganan dan pembagian tugas agar proses pemadaman dapat berlangsung secara efektif.
Memasuki pukul 10.00 WIB, petugas gabungan mulai melakukan penyemprotan air secara intensif ke sejumlah titik api yang masih terlihat. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi tumpukan sampah di area TPA, yang berpotensi menyimpan bara dan memunculkan kembali api meskipun kobaran di permukaan telah berkurang. Karena itu, penyisiran serta penyemprotan pada titik-titik yang masih berpotensi terbakar menjadi bagian penting dari operasi tersebut.
Kerja sama antara personel Brimob dan petugas gabungan menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan kebakaran. Setiap unsur menjalankan tugas sesuai koordinasi di lapangan, sementara pemantauan dilakukan untuk memastikan sumber api yang tersisa dapat ditangani. Pendekatan terpadu ini diperlukan agar pemadaman tidak hanya menghentikan kobaran yang terlihat, tetapi juga mengurangi kemungkinan api kembali muncul dari bagian tumpukan sampah yang masih menyimpan panas.
Setelah menjalani proses pemadaman selama beberapa jam, api di lokasi tersebut dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.18 WIB. Setelah kondisi dinilai terkendali, kegiatan dilanjutkan dengan apel konsolidasi yang dipimpin Aiptu Sarip Hidayat. Apel tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan tugas sekaligus pemeriksaan untuk memastikan seluruh personel kembali dalam keadaan aman.
Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Tim SAR yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi situasi darurat serta perlunya koordinasi yang kuat dengan berbagai instansi terkait untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Zuhdi juga mengingatkan agar keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, penanganan keadaan darurat membutuhkan kesiapan personel, ketepatan tindakan, dan kerja sama lintas instansi. Dengan koordinasi yang baik, setiap unsur diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa mengabaikan keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Kebakaran TPA Pasir Bajing sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah karena proses pemadaman berlangsung selama beberapa hari. Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status tanggap darurat kebakaran selama 14 hari untuk mempercepat penanganan. Dalam upaya tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tagana, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya dilibatkan dalam penanganan di lapangan.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut juga mengerahkan armada untuk mendukung penyemprotan dan penanganan titik api. Operasi gabungan tersebut dilakukan karena kebakaran di area pembuangan sampah dapat menyisakan bara yang sulit dijangkau dan berpotensi memicu munculnya api kembali. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman memerlukan pemantauan dan penanganan berulang hingga situasi dinyatakan terkendali.
Selain pemadaman, pengendalian dampak kebakaran juga menjadi perhatian petugas. Asap sisa pembakaran di area TPA berpotensi mengganggu aktivitas warga dan lingkungan sekitar. Karena itu, koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, serta instansi terkait tetap diperlukan untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik.
Dalam penanganan lanjutan, petugas gabungan juga perlu memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala dan melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang, terutama ketika material sampah masih menyimpan panas. Masyarakat di sekitar kawasan TPA diharapkan mengikuti imbauan petugas dan mengutamakan keselamatan selama proses penanganan berlangsung.
Keberhasilan pemadaman oleh Tim SAR Brimob Polda Jawa Barat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menangani keadaan darurat di Kabupaten Garut. Sinergi antarlembaga diperlukan tidak hanya ketika kebakaran terjadi, tetapi juga dalam pengawasan dan pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan. Penanganan yang terkoordinasi diharapkan membantu menjaga keamanan masyarakat sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, Satbrimob Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung penanganan bencana dan situasi darurat bersama instansi terkait. Prinsip pengabdian yang diusung melalui semboyan “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan” menjadi landasan bagi personel dalam menjalankan tugas perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, pemantauan kondisi TPA dan langkah pencegahan kebakaran berulang tetap menjadi aspek penting dalam penanganan setelah api berhasil dipadamkan.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar