Kapolri Suyudi Ario Seto Bersilaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Suyudi Ario Seto Bersilaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri
JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan ulama terkemuka Habib Umar bin Hafidz di Masjid Al Ikhlas, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara ulama dan kepolisian sekaligus memperkuat nilai keimanan, menjaga persatuan, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Silaturahmi ini mencerminkan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara tokoh agama dengan institusi negara dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat, ulama memiliki peran dalam memberikan tuntunan moral dan keagamaan, sedangkan Polri menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri Suyudi menyampaikan bahwa tugas kepolisian sebagai pengayom masyarakat memiliki tantangan yang berat dan kompleks. Menurutnya, tanggung jawab aparat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya menjaga ketenteraman masyarakat serta memastikan pelayanan kepolisian dapat dirasakan secara luas.
Atas dasar itu, Suyudi menilai nasihat dan doa para ulama menjadi salah satu penguat moral bagi anggota kepolisian dalam menjalankan amanah. Ia berharap dukungan tokoh agama dapat membantu jajaran Polri menjaga integritas serta melaksanakan tanggung jawab kepada bangsa dan negara dengan sebaik-baiknya.
“Sebagai pengayom masyarakat, tugas kepolisian tentu sangat berat dan kompleks. Oleh karena itu, kami membutuhkan nasihat dan doa dari para ulama, khususnya Habib Umar bin Hafidz,” ujar Suyudi dalam pertemuan tersebut, Selasa (13/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian membutuhkan landasan moral yang kuat. Selain kemampuan profesional dan pemahaman terhadap hukum, anggota Polri dituntut menjaga sikap, etika, serta tanggung jawab ketika berhadapan dengan masyarakat. Kepercayaan publik menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara efektif.
Sementara itu, Habib Umar bin Hafidz menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Kapolri senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan. Menurutnya, perilaku dan keteladanan seorang pemimpin dapat memberikan pengaruh terhadap lingkungan kerja, termasuk dalam membentuk sikap dan perilaku anggota yang berada di bawah kepemimpinannya.
“Apabila pemimpin kepolisian dengan keimanan yang semacam ini, maka harapan kami besar. Ini pun juga akan menular kepada seluruh anggota kepolisian,” ungkap Habib Umar bin Hafidz.
Pesan tersebut menempatkan keteladanan pimpinan sebagai salah satu aspek penting dalam membangun budaya organisasi. Dalam institusi yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat, sikap pemimpin dapat menjadi acuan bagi personel dalam menjalankan tugas. Nilai kejujuran, keadilan, kedisiplinan, dan kepedulian diharapkan tercermin dalam tindakan nyata, terutama ketika anggota kepolisian memberikan pelayanan maupun menangani persoalan hukum.
Hubungan antara ulama, umaro atau pemimpin pemerintahan, dan masyarakat juga menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut. Ketiganya memiliki peran yang berbeda, tetapi dapat saling mendukung dalam menjaga persatuan dan kehidupan sosial yang harmonis. Ulama berkontribusi melalui bimbingan keagamaan, pemerintah dan aparat menjalankan kewenangan sesuai aturan, sementara masyarakat berperan dalam menjaga lingkungan serta membangun hubungan sosial yang saling menghormati.
Dalam konteks keamanan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena berbagai persoalan kamtibmas tidak selalu dapat ditangani hanya melalui tindakan aparat. Komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok warga dapat membantu memperluas pemahaman terhadap persoalan di lingkungan sekitar. Kolaborasi tersebut juga dapat mendukung pencegahan konflik dan memperkuat penyelesaian masalah secara damai sesuai ketentuan yang berlaku.
Silaturahmi Kapolri dengan Habib Umar bin Hafidz juga sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yakni pendekatan yang menekankan pentingnya kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Melalui prinsip tersebut, kepolisian diharapkan terus membangun komunikasi yang terbuka, memberikan pelayanan secara humanis, serta menjalin hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.
Pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian perlu diwujudkan melalui sikap yang menghormati warga, penanganan laporan secara profesional, serta penyampaian informasi yang jelas. Di sisi lain, masyarakat juga dapat berkontribusi dengan menyampaikan informasi yang relevan, menaati aturan, dan mengedepankan dialog ketika menghadapi persoalan di lingkungan masing-masing.
Sinergi antara ulama dan kepolisian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi dapat diteruskan melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan. Dukungan moral dari tokoh agama dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas kepolisian yang berlandaskan hukum, profesionalisme, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
Melalui pertemuan di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri tersebut, Kapolri Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya dukungan para ulama dalam menjalankan tugas kepolisian. Sementara itu, pesan Habib Umar bin Hafidz mengenai keimanan dan keteladanan pemimpin menjadi pengingat akan pentingnya integritas dalam pengabdian. Sinergi antara ulama, Polri, dan masyarakat diharapkan dapat terus mendukung terpeliharanya keamanan, persatuan, dan kedamaian di Indonesia.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar