Polri Mutasi Pati dan Pamen Besar-besaran, 199 Personel dalam Jabatan Strategis Berganti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Mutasi Pati dan Pamen Besar-besaran, 199 Personel dalam Jabatan Strategis Berganti
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat kinerja institusi, mendukung pembinaan karier personel, serta menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat pusat maupun daerah.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang diterbitkan pada 10 Oktober 2026. Surat telegram itu ditandatangani oleh Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Kapolri, Irjen Pol Deni Dharma Pala. Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, mulai dari Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, hingga sejumlah kepala kepolisian daerah.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dan pembinaan karier. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti kebutuhan institusi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, serta integritas masing-masing anggota.
Menurut Johnny, prinsip meritokrasi menjadi salah satu dasar penting dalam penempatan pejabat. Dengan prinsip tersebut, personel yang memperoleh amanah jabatan diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Sejumlah Jabatan Strategis Mengalami Pergantian
Salah satu perubahan terjadi pada jabatan Wakabaintelkam Polri. Irjen Pol Wawan Muliawan dialihkan menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Posisi yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Anom Setyadji.
Perubahan juga terjadi pada jajaran Korps Lalu Lintas Polri. Brigjen Pol Aries Syahbudin ditunjuk sebagai Kakorlantas Polri, menggantikan Irjen Pol Wibowo. Sementara itu, Wibowo mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri.
Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi pada tingkat Markas Besar Polri. Posisi Kakorlantas memiliki peran penting dalam koordinasi pelaksanaan tugas lalu lintas, termasuk pengaturan, pengawasan, penegakan hukum, serta peningkatan keselamatan pengguna jalan.
Dengan adanya pergantian kepemimpinan, pejabat yang baru diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan tantangan di bidang lalu lintas. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi salah satu aspek utama dalam pelaksanaan tugas tersebut.
Tiga Jabatan Kapolda Turut Berganti
Rotasi juga menyentuh sejumlah jabatan kepala kepolisian daerah. Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya menjadi Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing yang mendapat penugasan baru.
Setelah sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Utara, Agus Wijayanto kini memperoleh tanggung jawab di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Jabatan Kapolda Kalimantan Utara selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik.
Sementara itu, jabatan Kapolda Lampung yang sebelumnya diemban Irjen Pol Helfi Assegaf kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani. Perubahan kepemimpinan di tingkat daerah tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah.
Kapolda memiliki tanggung jawab dalam mengoordinasikan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pelayanan kepolisian di wilayah masing-masing. Karena itu, pejabat baru diharapkan segera memahami situasi daerah, melanjutkan program yang telah berjalan, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah maupun unsur masyarakat.
Mutasi sebagai Bagian dari Pembinaan Karier
Dalam organisasi kepolisian, mutasi jabatan merupakan mekanisme untuk menyesuaikan kebutuhan personel dengan tuntutan tugas. Rotasi juga dapat memberikan pengalaman penugasan yang beragam kepada anggota, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kapasitas kepemimpinan dan profesionalisme.
Meski demikian, keberhasilan mutasi tidak hanya ditentukan oleh perubahan nama pejabat dalam struktur organisasi. Pelaksanaannya juga perlu diikuti dengan kesinambungan program, koordinasi yang baik, serta evaluasi terhadap hasil kerja agar perubahan kepemimpinan memberikan manfaat nyata bagi institusi dan masyarakat.
Johnny Isir berharap seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah penugasan. Adaptasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan tugas tetap berjalan optimal tanpa mengganggu program yang telah direncanakan sebelumnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan menghadirkan kinerja yang profesional serta responsif. Menurutnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat.
Pelayanan Publik Tetap Menjadi Prioritas
Selain sebagai upaya memperkuat organisasi, mutasi jabatan diharapkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Masyarakat membutuhkan pelayanan kepolisian yang mudah diakses, transparan, cepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum. Karena itu, setiap pejabat baru diharapkan mampu menerjemahkan tanggung jawab jabatannya menjadi perbaikan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kepercayaan publik juga menjadi aspek penting yang perlu dijaga melalui sikap profesional, akuntabilitas, dan keterbukaan dalam memberikan pelayanan. Penegakan hukum yang adil serta respons terhadap kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.
Polri turut menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menyelesaikan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi. Pengabdian tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pejabat berikutnya untuk meneruskan program yang telah berjalan serta meningkatkan kinerja sesuai bidang tugas masing-masing.
Dengan rotasi terhadap 199 Pati dan Pamen ini, Polri diharapkan mampu menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa setiap pergantian jabatan diikuti dengan kinerja yang terukur, integritas yang terjaga, dan pelayanan yang semakin berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar