Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infotaintment » Polisi Sita Tiga Ton BBM Diduga Ilegal di Lampung, Asal Pasokan dan Jalur Distribusi Masih Ditelusuri

Polisi Sita Tiga Ton BBM Diduga Ilegal di Lampung, Asal Pasokan dan Jalur Distribusi Masih Ditelusuri

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polisi Sita Tiga Ton BBM Diduga Ilegal di Lampung, Asal Pasokan dan Jalur Distribusi Masih Ditelusuri

LAMPUNG – Kepolisian mengamankan dua unit mobil pikap boks yang diduga digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam jumlah besar di wilayah Lampung. Dari pengungkapan tersebut, petugas menemukan sekitar tiga ton BBM yang kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap asal pasokan serta jalur distribusinya.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh jajaran Polresta Bandar Lampung pada Jumat (9/10/2026). Dua kendaraan yang diamankan diketahui merupakan mobil Suzuki Carry yang telah dimodifikasi menjadi mobil boks. Modifikasi tersebut menjadi salah satu aspek yang diperiksa petugas dalam mendalami dugaan penyalahgunaan distribusi BBM.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Regan Kusuma Wardani menjelaskan bahwa petugas menemukan empat unit toren atau wadah penampungan BBM di dalam kendaraan. Tiga toren diketahui telah terisi, masing-masing dengan kapasitas sekitar satu ton, sehingga total muatan yang ditemukan diperkirakan mencapai tiga ton.

Selain mengamankan kendaraan dan muatan BBM, polisi turut memeriksa tiga orang untuk memperoleh keterangan mengenai kepemilikan, asal-usul, serta tujuan pengiriman bahan bakar tersebut. Pemeriksaan dilakukan guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai dugaan praktik penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan.

Penyidik masih mendalami lokasi pasti penangkapan karena titik kejadian berada di kawasan Tanjung Bintang. Kepolisian akan memastikan apakah lokasi tersebut masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan atau Bandar Lampung sebelum menentukan koordinasi penanganan lebih lanjut dengan satuan wilayah terkait.

Salah satu fokus penyelidikan adalah menelusuri dari mana BBM tersebut diperoleh dan bagaimana bahan bakar itu dikumpulkan sebelum diangkut menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi. Berdasarkan keterangan awal orang yang diperiksa, BBM tersebut diduga berasal dari truk-truk yang melintas dari Pulau Jawa dan singgah untuk menjual muatannya.

Meski demikian, informasi mengenai asal pasokan tersebut masih harus diverifikasi oleh penyidik. Polisi belum menyimpulkan kebenaran keterangan awal itu dan masih mengumpulkan bukti untuk memastikan rangkaian distribusi BBM, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat di dalamnya.

Petugas juga menelusuri dugaan tujuan pengiriman BBM yang berdasarkan keterangan sementara mengarah ke wilayah Pesawaran. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman sehingga belum dapat dipastikan sebagai tujuan akhir distribusi bahan bakar yang diamankan.

Selain asal dan tujuan pengiriman, jenis BBM yang ditemukan juga belum dipastikan. Polisi menyatakan diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah muatan tersebut merupakan solar atau Pertalite. Hasil pemeriksaan itu penting untuk mendukung proses identifikasi barang bukti dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

Setelah seluruh informasi awal dikumpulkan, penyidik akan melanjutkan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dan melakukan gelar perkara. Tahapan tersebut diperlukan untuk mengevaluasi bukti yang tersedia serta menentukan arah penanganan kasus berdasarkan hasil penyelidikan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi. Bahan bakar bersubsidi disalurkan dengan ketentuan tertentu agar manfaatnya dapat diterima oleh kelompok masyarakat dan sektor yang berhak. Karena itu, dugaan pengumpulan dan penyaluran kembali BBM di luar mekanisme yang berlaku perlu ditelusuri secara menyeluruh.

Penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi berpotensi mengganggu ketepatan sasaran penyaluran dan merugikan masyarakat yang membutuhkan bahan bakar sesuai peruntukannya. Apabila ditemukan pelanggaran, penanganannya perlu dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, pengawasan di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga menjadi salah satu aspek penting dalam mencegah penyimpangan. Pemeriksaan kesesuaian identitas kendaraan, penggunaan barcode, serta kepatuhan terhadap ketentuan pembelian BBM dapat membantu mengurangi celah penyalahgunaan dalam proses distribusi.

Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak terkait diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan. Pengawasan yang konsisten diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat sekaligus mencegah praktik distribusi yang berpotensi merugikan negara.

Hingga tahap pemeriksaan awal, polisi masih berupaya mengungkap asal pasokan, jenis BBM, tujuan pengiriman, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Belum ada kesimpulan akhir mengenai perkara tersebut karena penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan dan barang bukti yang telah diamankan.

Pengungkapan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan distribusi energi di Lampung. Proses hukum selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan bukti yang berhasil dikumpulkan oleh kepolisian.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less