Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Brimob Polda Kalbar Perketat Pengawasan Lahan Bekas Karhutla di Kubu Raya

Brimob Polda Kalbar Perketat Pengawasan Lahan Bekas Karhutla di Kubu Raya

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Brimob Polda Kalbar Perketat Pengawasan Lahan Bekas Karhutla di Kubu Raya

Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap sejumlah lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya kembali titik api dari bara yang masih mungkin tersisa di bawah permukaan tanah.

Pengawasan dilakukan melalui patroli dan pengecekan langsung oleh Tim Siaga Karhutla Brimob Polda Kalbar pada sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari deteksi dini untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman serta tidak terdapat asap, bara, maupun tanda-tanda titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran baru.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian petugas adalah Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Personel melakukan penyisiran pada area bekas terbakar sekaligus memeriksa kondisi lahan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini penting dilakukan karena permukaan lahan yang terlihat telah padam belum tentu sepenuhnya terbebas dari bara api.

Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut. Api dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan sehingga keberadaannya tidak selalu mudah diketahui secara kasatmata. Apabila kondisi lingkungan kembali mendukung, bara yang masih tersisa dapat memunculkan asap maupun api dan berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.

Dansatbrimob Polda Kalbar Kombes Pol. Dede Rojudin menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengawasan secara rutin terhadap wilayah yang memiliki potensi karhutla, khususnya lokasi yang sebelumnya telah mengalami kebakaran. Pemantauan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu petugas menemukan potensi munculnya titik api sejak tahap awal.

Dantim Patroli Ipda Gede Muliana menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi lahan pascakebakaran benar-benar aman. Petugas tidak hanya melakukan penyisiran area, tetapi juga memperhatikan kemungkinan adanya asap, bara, atau tanda-tanda lain yang menunjukkan munculnya kembali api.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat yang berada di sekitar lokasi juga diberikan imbauan untuk turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi titik api sehingga petugas dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan secara cepat.

Polri juga menyediakan layanan Call Center 110 yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan terkait keadaan yang membutuhkan perhatian kepolisian. Selain itu, warga dapat melaporkan temuan terkait karhutla kepada pos-pos yang tersedia di wilayah masing-masing.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono menekankan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, penanganan kebakaran tidak seharusnya baru dilakukan ketika api telah membesar, tetapi harus dimulai melalui deteksi dini, pemantauan, patroli, serta edukasi kepada masyarakat.

Upaya pengawasan terhadap lahan bekas terbakar juga menjadi bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan. Polda Kalbar bersama jajarannya akan terus mengintensifkan patroli di kawasan yang memiliki potensi karhutla guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sebelumnya, personel Satbrimob Polda Kalbar juga telah melakukan kegiatan patroli dan pendinginan lahan di wilayah Rasau Jaya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan area yang sempat mengalami kebakaran tidak kembali menimbulkan asap maupun api setelah proses pemadaman selesai.

Selain patroli, upaya pencegahan juga dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak serta pemantauan wilayah yang dianggap rawan. Polri sebelumnya telah menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat pemetaan daerah rawan, melakukan verifikasi titik panas di lapangan, serta meningkatkan sistem deteksi dini sebagai bagian dari strategi menghadapi karhutla.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin, petugas berharap potensi kebakaran susulan dapat diketahui lebih cepat. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera menyampaikan laporan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Pengawasan terhadap lahan bekas karhutla di Kubu Raya menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga kondisi lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan. Melalui patroli, deteksi dini, pendinginan, serta edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, upaya pencegahan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Ungkap Alasan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Proses Hukum yang Berjalan

    Jaksa Ungkap Alasan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Proses Hukum yang Berjalan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jaksa Ungkap Alasan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Proses Hukum yang Berjalan Keputusan penangguhan penahanan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa menjadi perhatian publik setelah pihak kejaksaan mengungkap alasan yang mendasari kebijakan tersebut. Penangguhan diberikan setelah mempertimbangkan sejumlah aspek hukum dan administratif yang dinilai memenuhi persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jaksa […]

  • Lahan Sengketa Sawit Bagendang Raya Dipanen Massal Saat Status Quo, APH Didesak Bertindak Tegas

    Lahan Sengketa Sawit Bagendang Raya Dipanen Massal Saat Status Quo, APH Didesak Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • visibility 230
    • 0Komentar

    SAMPIT – Polemik sengketa lahan kelapa sawit di wilayah Gapoktanhut Bagendang Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian memanas. Meski masih berstatus quo, areal perkebunan tersebut dilaporkan justru dipanen secara massal oleh sejumlah warga. Konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini sebelumnya juga sempat memicu insiden serius, termasuk penganiayaan […]

  • TNI AL Kerahkan Kapal dan Pesawat Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa II

    TNI AL Kerahkan Kapal dan Pesawat Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa II

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 55
    • 0Komentar

    TNI AL Kerahkan Kapal Perang dan Pesawat Udara untuk Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa II Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan sejumlah kapal perang dan pesawat udara untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) terhadap korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura. Langkah cepat tersebut dilakukan […]

  • Viral Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Tegaskan Bukan Aturan Baru

    Viral Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Tegaskan Bukan Aturan Baru

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 60
    • 0Komentar

      Viral Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Tegaskan Bukan Aturan Baru Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan penjelasan terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai pemberlakuan denda sebesar Rp250 ribu bagi pengendara sepeda motor yang menggunakan ban gundul. Informasi tersebut sempat menimbulkan kebingungan di masyarakat karena disebut sebagai kebijakan baru yang mulai diterapkan […]

  • Sebanyak 155 Batalyon dan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan Telah Terbentuk hingga Mei 2026

    Sebanyak 155 Batalyon dan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan Telah Terbentuk hingga Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sebanyak 155 Batalyon dan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan Telah Terbentuk hingga Mei 2026 Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus memperkuat struktur pertahanan nasional dengan membentuk Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) di berbagai daerah. Hingga Mei 2026, sebanyak 155 batalyon […]

  • Rabu, 29 April 2026Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

    Rabu, 29 April 2026Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi peran aktif jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa kedua aspek tersebut penting dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. “Inflasi ini saya kira sangat perlu diketahui oleh kita semua, anak-anak bangsa, apalagi jajaran TNI yang merupakan […]

expand_less