Kota Bekasi — Yayasan Anugerah Bersama Sejahtera (YABS) menggelar doa bersama sebagai bagian dari ikhtiar wakaf pembebasan rumah tinggal yang direncanakan menjadi asrama anak yatim dan piatu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat sore, 26 Desember 2025, di kediaman milik H. Eddy Suyatno yang berlokasi di Kampung Kaliabang Tengah, RT 001/RW 04, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Doa bersama ini diikuti oleh pengurus YABS, wali yatim, anak-anak binaan, serta sejumlah undangan. YABS sebagai lembaga sosial yang bergerak di bidang pembinaan dan pendampingan anak yatim, piatu, dan duafa menjadikan kegiatan ini sebagai ikhtiar batin untuk memohon kemudahan agar proses pembebasan rumah dapat segera terwujud dan dimanfaatkan bagi kepentingan anak-anak asuh.
Sambutan pertama disampaikan oleh Dwita Zaulaeha, S.Keb., BDN, putri dari H. Eddy Suyatno selaku pemilik rumah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak serta permohonan maaf atas keterbatasan dalam penyambutan. Dwita berharap doa bersama yang dilaksanakan pada waktu yang penuh keberkahan tersebut dapat menjadi jalan dikabulkannya hajat bersama.
Ketua Umum YABS, Patkurrohman, S.H., menjelaskan bahwa doa bersama ini merupakan kelanjutan dari berbagai upaya lahir yang telah dilakukan yayasan. Ia menyampaikan bahwa meski dana pembebasan rumah belum sepenuhnya tersedia, dukungan dari para donatur terus mengalir seiring niat kemanusiaan yang dibangun bersama. Menurutnya, niat untuk kemaslahatan anak yatim akan selalu diiringi pertolongan dari Allah SWT.
Patkurrohman juga menilai rumah yang direncanakan untuk diwakafkan tersebut memiliki lokasi yang strategis dan lingkungan yang kondusif. Keberadaan asrama yatim dinilai sangat penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menunjang pembinaan karakter, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari anak-anak binaan YABS.
Kesan dan pesan disampaikan oleh Sulis, salah satu wali yatim. Ia mengungkapkan rasa syukur karena anaknya mendapatkan pembinaan dan perhatian yang baik selama berada di bawah naungan YABS. Ia berharap rumah tersebut dapat segera diwakafkan dan benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak bagi anak-anak yatim.
Perwakilan pengurus YABS, Tiwuk Hariyanti, turut menyampaikan harapannya agar proses pembebasan rumah dapat berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa keberadaan asrama yatim merupakan kebutuhan mendesak agar anak-anak memiliki fasilitas belajar dan tempat tinggal yang lebih memadai.
Harapan serupa juga disampaikan oleh anak-anak binaan, di antaranya Aulia Qibtiyah dan Aurelia, yang mengaku senang mengikuti pembinaan di YABS dan berharap yayasan memiliki tempat sendiri.
Acara ditutup dengan doa bersama dan santunan yang dipimpin oleh Ustaz Edi Murpi, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, YABS berharap rumah tersebut dapat terwujud sebagai wakaf produktif yang menjadi pusat pembinaan, pendidikan, dan tempat tinggal yang layak bagi anak-anak yatim dan piatu di Kota Bekasi. ***









