Lingga — Kepulauan Riau,Kepri, — Air bersih adalah untuk kebutuhan warga masyarakat khususnya untuk kebutuhan setiap hari harinya Namun sangat disayangkan dan memperihatinkan kondisi sekarang ini khususnya di dusun 2 kampung tengah Kelurahan Raya, kecamatan Singkep barat warga mengeluh karena air bersih kurang lebih satu bulan ini air tidak berjalan mengalir dengan lancar, Dan warga setiap hari berbondong bondong mengangkut ambil air bersih di tempat sumur umum mengunakan gerobak dan sepeda montor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari hari baik untuk masak dan untuk mencuci, warga berharap kepada pemerintah daerah bisa mencari jalan solusi supaya air bersih tersebut bisa mengalir berjalan ketempat kerumah warga masing masing, tepatnya di kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau,Kepri, Saptu 24/1/2026
Menurut keterangan beberapa sumber warga setempat kepada pewarta ini menjelaskan Padahal Program pembangunan untuk tempat atau bak Air bersih tersebut selama ini pemerintah sudah mengguncurkan anggaran ratusan juta rupiah namun sangat di sayangkan warga masyarakat masih tidak bisa mendapatkan Air bersih selalu kekurangan air bersih padahal jelas Air bersih sangat di butuhkan setiap warga untuk keperluan kebutuhan rumah tangga sehari harinya, Namun kondisi dilapangan hingga sampai sekarang warga masih mengeluh dan kekurangan air bersih harap pemerintah segera mencari jalan solusi supaya penyediaan air bersih untuk warga khususnya dusun 2 kampung tengah raya berjalan lancar, Harapan nya
Sumber juga menjelaskan kami warga setiap hari ambil air bersih untuk kebutuhan rumah tangga memasak dan mencuci terpaksa ambil di sumur umum warisan orang orang tua dulu jadi turun temurun untuk kebutuhan sehari hari ini,
untung ada sumur umum ini warisan dari sesepuh orang tua dulu, kalau tidak ada sumur umum ini tidak tau mau ambil kemana mungkin beli, Tegasnya
Karna kalau mengharap air dari pam Air bersih yang di kelola tersebut tidak bisa di harapkan, sampai sekarang ini sedangkan di musim hujan saja sering mati tidak berjalan lancar, apa lagi ini musim kemarau putus total air sudah satu bulan air tidak berjalan tolal, ungkapnya sumber
.
Harapan pemerintah daerah dan APH untuk menyelidiki dimana kendala permasalahan hingga Air tidak maksimal berjalan lancar terus menerus.
Sumber menambahkan bahwa setiap warga di kenakan membayar setiap bulan Rp 10 ribu rupiah selama ini, Dan ini lah baru beberapa bulan tidak di pungut untuk bayar 10 ribu namun selama sebelumnya setiap warga di pungut bayar Rp 10 ribu tiap bulan itu uwang kemana hingga sampai sekarang air macet tidak berjalan dengan lancar,kalau di tanya dengan alasan di bak penampung air kecil tidak mencukupinya, ungkap sumber kepada pewarta,
“Yang berbeda pihak kelurahan sebagai pemangku jabatan Lurah raya saat di konfirmasi melalui nomor kontak WhatsApp nya mengatakan coba konfirmasi sama pengurusnya pengelola air bersih, ungkapnya dengan singkat
Hingga berita ini terbit blm bisa di hubungi pihak pengelola air bersih kelurahan raya,
(Mhmmd)








