Bekasi Kota — Tri Adhianto bergerak cepat merespons kasus pencurian yang menimpa Nenek Atnah (65), pedagang nasi uduk di Jalan Bulak Tinggi, Pondok Melati, Kota Bekasi. Kamis (19/2), ia langsung mendatangi kediaman korban untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan agar usaha kecil tersebut bisa kembali berjalan.
Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, seorang pria tak dikenal berpura-pura memesan empat bungkus nasi uduk. Di tengah kesibukan membungkus pesanan seorang diri, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dan mengambil uang Rp700 ribu yang disimpan dalam kaleng biskuit di dekat lapaknya.
“Saya lagi bungkusin, tidak lihat. Tahu-tahu itu orang langsung ambil uang saya. Pas saya cek, uang saya sudah tidak ada,” ujar Atnah.
Uang tersebut merupakan hasil dagangan sekaligus modal untuk membeli bahan baku keesokan harinya. Akibat kejadian itu, Atnah terpaksa berhenti berjualan karena tidak memiliki modal.
“Yang hilang duit modal sama keuntungan, sekarang tidak jualan lagi karena tidak ada modal,” tuturnya.
Sehari-hari, Atnah memasak sejak pukul 01.00 WIB dini hari seorang diri di rumahnya di RT 04 RW 03 Kelurahan Jatiwarna. Sekitar pukul 05.00 WIB, ia berjalan kaki kurang lebih 350 meter menuju lokasi berjualan sambil menenteng nasi uduk dan lontong sayur dagangannya.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Bekasi menyerahkan bantuan uang tunai dan sembako agar Nenek Atnah dapat kembali berdagang.
“Kami hadir untuk memastikan Ibu Atnah tidak sendiri. Pemerintah Kota Bekasi akan terus berupaya meningkatkan pengawasan di wilayah serta mendorong kepedulian bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Nenek Atnah pun mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa setelah kejadian tersebut, banyak warga sekitar turut peduli dan membantu.
“Alhamdulillah setelah kejadian ini banyak yang peduli, sudah dapat bantuan juga. Terima kasih banyak,” ucapnya.
Pewarta: Dudung







