Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Pemerintah Prioritaskan Lansia dan Anak Jalanan

beritapolricom

Desember 7, 2025

3
Min Read

Berita Lainnya

Jakarta — Pemerintah resmi memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat rentan di seluruh Indonesia. Kebijakan ini ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 dan diumumkan pada Minggu, 7 Desember 2025. Perluasan program mencakup kelompok lanjut usia, pemulung, anak jalanan, masyarakat miskin, serta sejumlah kelompok pendukung layanan publik.

 

Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar perluasan program tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya ditujukan bagi siswa sekolah, tetapi juga bagi seluruh warga yang membutuhkan. Tujuannya ialah memastikan tidak ada warga, terutama anak-anak, yang terhambat pertumbuhan dan perkembangannya akibat kekurangan nutrisi.

 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar manfaatnya terasa luas. Nanik menyampaikan keterangan resminya pada Minggu, (7/12/2025) di Jakarta. Ia menekankan bahwa perluasan sasaran penerima merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menekan kesenjangan akses pangan.

“Pak Prabowo ingin seluruh siswa bisa makan makanan bergizi agar tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Nanik. “Jangan sampai ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, termasuk anak jalanan, anak pemulung, disabilitas, para lansia, dan warga miskin.”

 

Selain kelompok rentan, program MBG juga mencakup tenaga pendidik dan penggerak masyarakat. Mereka yang masuk kategori ini adalah guru negeri, guru honorer, guru swasta, ustadz atau pengajar di pesantren, serta santri di pesantren salaf yang tidak berada di bawah naungan Kementerian Agama. Pemerintah turut memasukkan kader PKK dan kader posyandu sebagai penerima manfaat, mengingat peran mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat.

 

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat distribusi MBG. Pembangunan difokuskan terutama di wilayah terpencil, dengan target mencapai 8.200 unit. Hingga awal Desember 2025, sebanyak 4.700 unit sedang dalam tahap pembangunan dan 170 unit ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

 

Menurut Dadan, jumlah penerima MBG di wilayah terpencil diperkirakan mencapai 3 juta orang. Pemerintah memastikan bahwa pembangunan SPPG di kawasan tersebut dilakukan secara merata, agar distribusi makanan bergizi tidak terhambat kondisi geografis. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses layanan gizi antara perkotaan dan daerah terpencil.

 

Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyelesaian 20 ribu SPPG di wilayah aglomerasi. Dadan menargetkan bahwa seluruh fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh pada Januari hingga Februari 2026. Dengan kesiapan infrastruktur tersebut, sebanyak 82,9 juta penduduk diproyeksikan dapat mulai menerima manfaat MBG pada Maret atau April 2026.

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG telah menunjukkan capaian signifikan sejak pertama kali diluncurkan. Ia menyampaikan bahwa lebih dari dua miliar porsi makanan telah diproduksi dan disalurkan kepada masyarakat. Dalam keterangannya, Presiden menyebutkan bahwa capaian tersebut melampaui proyeksi awal sebesar 1,8 miliar porsi dan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi nasional berjalan efektif.  ***

 

 

PILIHAN EDITOR