Polda Banten Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Ciwandan Cilegon

beritapolricom

Januari 4, 2026

2
Min Read

Berita Lainnya

Cilegon—Banjir melanda Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Jumat, 2 Januari 2026, akibat curah hujan tinggi yang turun sejak pagi hari. Peristiwa tersebut menyebabkan genangan air di sejumlah titik permukiman dan jalur utama aktivitas warga.

Wilayah yang terdampak banjir antara lain kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan hingga sebagian wilayah menuju Anyer. Luapan air terjadi karena hujan deras yang mengguyur secara terus-menerus, sehingga sistem drainase tidak mampu menampung debit air.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Banten bergerak cepat melakukan evakuasi warga. Personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu masyarakat yang terjebak banjir dan memastikan keselamatan warga.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Nugraha melalui Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansat Brimob) Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Imam Suhadi, S.I.K., menjelaskan bahwa langkah evakuasi dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lapangan merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan kepada warga.

Imam Suhadi menyampaikan pernyataan Kapolda Banten terkait upaya tersebut. “Kegiatan ini kami laksanakan sebagai respons cepat kepolisian terhadap laporan warga mengenai banjir dan luapan air di wilayah Ciwandan dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan besaran kerugian akibat banjir. Aparat masih memprioritaskan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak di lokasi kejadian.

“Untuk sementara, fokus utama kami adalah evakuasi dan keselamatan warga terdampak banjir,” imbuhnya dalam keterangan resmi kepada awak media.

Selain itu, Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga diminta segera berkoordinasi dan melapor kepada kepolisian, aparat desa, atau petugas BPBD apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya, mengingat hingga Jumat sore proses evakuasi masih berlangsung dan aparat tetap bersiaga di lokasi. (***)

PILIHAN EDITOR