Kasus K3 Kemenaker, Noel Singgung Dugaan Keterlibatan Partai Politik

beritapolricom

Januari 27, 2026

2
Min Read

Berita Lainnya

Jakarta—Sidang kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali menyita perhatian publik.

Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan atau yang akrab disapa Noel, mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan partai politik dalam pusaran perkara yang kini menjeratnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Noel kepada awak media sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Meski tidak menyebutkan secara gamblang, Noel memberikan isyarat yang memantik spekulasi luas.

“Ada partai politik yang terlibat. Clue-nya, ada huruf K,” ujar Noel singkat. Namun, Noel belum bersedia mengungkap lebih jauh detail dari pernyataannya itu. Ia menolak menjelaskan apakah huruf “K” yang dimaksud berada di awal, tengah, atau akhir nama partai tersebut. Bahkan, warna partai yang disinggungnya pun masih disimpan rapat.

“Sudah, itu dulu clue-nya,” kata Noel, menegaskan bahwa dirinya belum ingin membuka seluruh informasi ke ruang publik. Sikap hati-hati Noel dinilai mencerminkan kompleksitas perkara yang tengah berjalan.

Sebagai mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025, Noel disebut memahami betul sensitifnya isu yang menyentuh persilangan antara birokrasi, kepentingan politik, dan proses penegakan hukum.

Tak berhenti pada dugaan keterlibatan partai politik, Noel juga menyinggung adanya organisasi masyarakat (ormas) yang diduga turut berperan dalam praktik pemerasan pengurusan sertifikat K3 tersebut.

Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa seluruh fakta akan lebih tepat diungkap melalui proses persidangan.

Kasus ini menjadi sorotan karena sertifikat K3 sejatinya merupakan instrumen vital untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.

Dugaan adanya praktik pemerasan, apalagi jika melibatkan aktor politik dan kelompok tertentu, dinilai mencederai tujuan utama perlindungan pekerja.

Publik kini menaruh harapan besar pada aparat penegak hukum untuk mengusut perkara ini secara transparan dan menyeluruh. Isyarat yang disampaikan Noel diharapkan tidak berhenti sebagai “clue”, melainkan menjadi pintu masuk untuk membongkar jejaring kepentingan yang diduga berada di balik kasus K3 Kemenaker.

(Sumber Liputan 6)

Imam Setiadi—BPI

PILIHAN EDITOR