Kapolri Tekankan Ancaman Disinformasi Digital terhadap Stabilitas Nasional

beritapolricom

Desember 23, 2025

2
Min Read

Berita Lainnya

Jakarta — Perkembangan teknologi digital yang kian pesat dinilai membawa tantangan serius bagi stabilitas keamanan dan persatuan nasional. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan amanat dalam Apel Kebangsaan Banser Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menjelaskan bahwa kemajuan teknologi informasi, khususnya media digital, memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam akses informasi dan komunikasi, namun di sisi lain juga memicu munculnya disinformasi dan misinformasi yang berpotensi mengganggu ketertiban sosial.

Kapolri menilai derasnya arus informasi digital yang tidak terkelola dengan baik dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan nyata bagi seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan, terlebih pada momentum hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

“Kita saat ini menghadapi perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, yang juga memunculkan tantangan berupa maraknya disinformasi dan misinformasi. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa,” tegas Kapolri dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa tantangan di era digital tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan sinergi antara Polri, TNI, Banser, serta seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat literasi digital dan menjaga ruang publik tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, Banser memiliki peran strategis sebagai elemen masyarakat yang berkontribusi langsung dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Peran tersebut dinilai penting, terutama dalam meredam potensi konflik sosial yang dipicu oleh informasi menyesatkan di ruang digital.

“Peran Banser sangat dibutuhkan untuk ikut menjaga ruang sosial dan ruang digital agar tidak disusupi narasi yang memecah belah bangsa,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Melalui penguatan sinergi antara Polri, Banser, TNI, dan masyarakat, Kapolri berharap tantangan di era digital dapat dihadapi secara bijak. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.  ***

PILIHAN EDITOR