Jakarta—Polda Metro Jaya merilis Kaleidoskop Kinerja Tahun 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan tugas kepolisian sepanjang Januari hingga Desember 2025 di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya. Rilis akhir tahun ini disampaikan pada awal Januari 2026 sebagai wujud komitmen transparansi dan akuntabilitas Polri kepada masyarakat.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa seluruh kebijakan dan langkah strategis yang dijalankan selama 2025 selaras dengan visi pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Fokus utama diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, penegakan hukum yang berkeadilan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang humanis dan profesional.
Dalam mendukung program prioritas nasional, Polda Metro Jaya turut berperan aktif memperkuat ketahanan pangan melalui keterlibatan pada penanaman jagung serentak Kuartal IV yang digelar secara nasional. Selain itu, jajaran Polda Metro Jaya juga memastikan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan program makan bergizi gratis di sejumlah wilayah Jakarta guna menjamin asupan gizi yang layak, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Di bidang penegakan hukum, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mencatat tingkat penyelesaian perkara mencapai 109 persen sepanjang 2025. Keberhasilan tersebut mencakup pengungkapan sindikat besar impor pakaian bekas ilegal, penyitaan ratusan bal pakaian senilai miliaran rupiah, serta pembekuan aset hasil tindak pidana pencucian uang. Sementara di ruang siber, upaya pemutusan akses judi online ilegal terus digencarkan.
Pemberantasan narkotika juga menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang 2025, jumlah pengungkapan perkara narkotika meningkat 12 persen dengan total barang bukti mencapai 3,2 ton. Dari capaian tersebut, kepolisian memperkirakan lebih dari 10 juta jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan.
Menghadapi dinamika Jakarta yang kompleks, mulai dari kemacetan, banjir, hingga kebakaran di kawasan padat penduduk, Polda Metro Jaya menerapkan pola pengamanan adaptif dan kolaboratif. Pengamanan kegiatan masyarakat dan penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan dengan mengedepankan dialog persuasif dan pendekatan humanis, tanpa mengesampingkan ketertiban umum.
Dalam rangka transformasi Polri Presisi, Polda Metro Jaya mengoptimalkan layanan Call Center 110 yang beroperasi selama 24 jam. Sepanjang 2025, layanan ini menerima lebih dari 289 ribu panggilan dengan tingkat keterlayanan sekitar 87 persen. Sinergi juga diperkuat melalui berbagai apel pengamanan swakarsa, komunitas nelayan, organisasi masyarakat, hingga pengemudi ojek online sebagai mitra kamtibmas.
Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa transformasi kepolisian tidak hanya menyangkut institusi, tetapi juga kepercayaan publik.
“Keamanan Jakarta tidak bisa dibangun sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar rasa aman benar-benar dirasakan,” ujar Irjen Pol. Asep Edi Suheri.
Menutup Kaleidoskop 2025, Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang telah terjalin dalam menjaga stabilitas keamanan Ibu Kota. ***









