KETAPANG. Salah seorang korban yang selamat dari kecelakaan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Vemas (38), menuturkan detik-detik peristiwa runtuhnya debu batu bara yang menewaskan dua rekan kerjanya.
Saat kejadian, Vemas bersama tiga pekerja lain tengah melakukan pembersihan debu batu bara yang mengeras di dalam cerobong pembuangan.
Menurut vemas dia berempat berada di dalam lubang cerobong. Ada yang di bawah, ada juga di samping. Tiba-tiba debu dari atas runtuh dan langsung ambruk ke bawah,” kata Vemas saat ditemui wartawan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Rabu (21/1/2026) tengah malam.
Terkait dengan kejadian itu pada (25/1/2026) Berita polri.com melakukan konfirmasi kepada Zais pihak PLTU unit Ketapang dan Mas Andar PT. Limas selaku kontraktor, namun sampai berita ini di terbitkan Zais dan Mas Andar tidak memberikan jawaban malah memilih bungkam.
Selanjutnya Vemas menambahkan bahwa dua pekerja yang berada di posisi paling bawah tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar dari runtuhan material.
Dia mengaku sempat menarik body harness rekan kerjanya, namun runtuhnya terlalu cepat dan berat. Rekannya itulah yang dilaporkan meninggal dunia dan yang pertama kali ditemukan tim penyelamat.
“Menurutnya, sebelum kejadian para pekerja terlebih dahulu membuat lubang sekitar satu meter untuk menembus bagian bawah cerobong. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan membuat lubang ke arah atas. Dua korban yang meninggal dunia berada di titik pengerjaan tersebut.
“Awalnya saya ikut di bawah, lalu naik ke atas untuk bergantian. Tidak lama setelah itu runtuhan terjadi, debu batu bara mengeras karena kena hujan, keras seperti tanah,” katanya.
“Usai kejadian, seluruh korban dievakuasi ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Hingga Rabu malam pukul 23.45 WIB, dua pekerja yang selamat telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi medis.
Sementara itu, satu pekerja lain yang berada di luar cerobong dan sempat memberikan pertolongan dilaporkan mengalami syok dan masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit setempat pada saat itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLTU Sukabangun Ketapang, dan pihak PT.Limas Upaya konfirmasi telah diupayakan namun belum direspon oleh pihak PLTU dan PT. Limas.
Akibat peristiwa tersebut, dua pekerja dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni JN (35), warga Mekar Sari/Sindur, dan RN (32), warga Sukabangun Dalam RT 13. Diduga keras disebapkan kelalaian oleh pihak PLTU Sukabangun dalam melakukan Perawatan cerebong sehingga menimbulkan akibat meninggalnya dua (2) orang pekerja.
Sementara dua korban selamat masing-masing berinisial V (38) dan HR (30), warga Sukabangun Dalam RT 1
Penulis : A.rahman.








