Banjir Terparah Rendam Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP 2) Ciruas, Ratusan Warga Mengungsi

beritapolricom

Januari 13, 2026

2
Min Read

Berita Lainnya

Serang — Banjir merata melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten, khususnya permukiman warga di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP 2), Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak sore hari.

 

Di lokasi terdampak, ketinggian air bervariasi antara 1,5 meter hingga mencapai 2 meter. Banjir merendam sedikitnya enam RT dalam satu RW 06 dengan jumlah warga terdampak sekitar 800 kepala keluarga. Kondisi ini disebut sebagai banjir terparah dibandingkan kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Akibat banjir, aktivitas warga lumpuh total. Banyak rumah terendam hingga atap bagian bawah, memaksa warga untuk segera menyelamatkan diri.

 

Sejumlah warga mulai dievakuasi ke posko pengungsian yang berlokasi di Perumahan BCP 1, tepatnya di Masjid Al Barokah. Bantuan darurat mulai berdatangan dari berbagai pihak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Banten, Tagana, relawan kemanusiaan, aparat kepolisian, serta tim kesehatan turut terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan warga terdampak.

 

Banjir juga berdampak pada kegiatan sosial dan pendidikan. Maman, salah satu pengurus Yayasan Lazgis, menyampaikan bahwa tempat kegiatan anak yatim ikut terendam. Fasilitas yang biasa digunakan anak-anak yatim untuk belajar di Sekolah Anaba serta lokasi santunan dan doa bersama tidak dapat digunakan sementara waktu.

“Seluruh area kegiatan terendam banjir, sehingga aktivitas anak-anak yatim terhenti. Kami berharap ada perhatian dan bantuan agar kegiatan bisa segera berjalan kembali,” ujar Maman.

 

Sementara itu, Doni Riansah, salah seorang warga RW 06, mengatakan rumahnya terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan seluruh barang berharga karena air datang dengan cepat.

“Semua barang di dalam rumah terendam. Air terus naik karena hujan tidak berhenti sejak kemarin sore,” kata Doni.  Ia menambahkan bahwa sebagian besar warga memilih mengungsi ke posko, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

 

Hingga saat ini, kondisi banjir masih belum sepenuhnya surut. Warga berharap adanya penanganan lanjutan serta solusi jangka panjang untuk mencegah terulangnya banjir serupa, mengingat kawasan tersebut kerap terdampak saat curah hujan tinggi.   (***)

PILIHAN EDITOR