Jakarta, —– Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Provinsi DKI Jakarta menghadiri diskusi publik bertema Aksi Bela Negara dan Silaturahmi Kebangsaan yang digelar di Aula Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi DKI Jakarta Andi Syamsul Zakaria, Ketua AWPI DKI Jakarta Abdul Haris, S.I.P., Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI Jakarta Bunda Ayu, serta Ketua Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Herlina, SH., MH. Mereka membahas urgensi bela negara sebagai tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan. Forum tersebut juga menjadi ruang silaturahmi lintas organisasi guna membangun sinergi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
Andi Syamsul Zakaria dalam pemaparannya menegaskan bahwa pembauran kebangsaan menjadi fondasi penting dalam membangun semangat bela negara. Ia menjelaskan bahwa penguatan nilai persatuan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi dan kolaborasi antar elemen masyarakat. “Pembauran kebangsaan adalah kunci untuk meningkatkan kesadaran bela negara dan memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Abdul Haris menekankan bahwa media memiliki posisi strategis dalam membangun opini publik yang sehat. Ia menyampaikan bahwa insan pers harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat. “Media harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang akurat dan objektif tentang bela negara,” kata Haris.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tepat akan membantu masyarakat memahami makna bela negara secara kontekstual, bukan hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari. Ia menambahkan bahwa pemberitaan yang relevan dapat memperkuat rasa tanggung jawab warga terhadap bangsa dan negara.
Bunda Ayu turut menegaskan bahwa bela negara bukan semata-mata tugas aparat keamanan, melainkan kewajiban seluruh warga negara. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing sebagai wujud nyata kecintaan terhadap Tanah Air. “Bela negara bukan hanya tugas TNI atau Polri, tetapi tanggung jawab setiap warga negara,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Herlina menyampaikan bahwa implementasi nilai bela negara harus dimulai dari kesadaran individu. Ia menekankan pentingnya keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta lingkungan yang harmonis dan tangguh menghadapi tantangan zaman. “Dengan kesadaran bela negara yang tinggi, kita dapat membangun masyarakat yang lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya. (***)
(Rizki)








